Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD terus memantau pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan jelang Lebaran. Hal ini mengingat adanya peningkatan kebutuhan pada periode tersebut, khususnya untuk komoditas minyak goreng dan gula konsumsi di sejumlah wilayah.
Dalam kunjungannya ke Balikpapan, Senin (2/3), Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, pihaknya terus melakukan peninjauan ke pasar-pasar pantauan di sejumlah provinsi 2 minggu jelang Lebaran.
"Hari ini kami mengecek pasokan kebutuhan pangan di wilayah Kalimantan Timur, yaitu di Balikpapan dan Samarinda. Sebelumnya kami sudah lakukan juga di Jakarta, Palembang, Medan, Surabaya, dan Sidoarjo. Kami ingin memastikan pasokan dan harga tetap stabil, serta distribusi berjalan lancar dengan harga yang sesuai ketentuan, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan distributor dan pelaku pasar terus kami perkuat agar tidak terjadi kekosongan pasokan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan, di Balikpapan, harga minyak goreng dan gula konsumsi terpantau relatif stabil. Meski demikian, terdapat beberapa titik yang mengalami penyesuaian pasokan.
Menurutnya, berdasarkan komunikasi dengan pelaku distribusi, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pengalihan sebagian alokasi untuk program bantuan pangan pemerintah. Menyikapi hal itu, perseroan mengoptimalkan stok yang tersedia agar pasokan Minyakita dan gula tetap aman di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.
"Kami memastikan pasokan tetap terjaga dengan memaksimalkan distribusi dari stok yang ada, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," jelas Ghimoyo.
Sementara itu, di Samarinda dan Banjarmasin, harga minyak goreng dan gula konsumsi berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun komoditas cabai mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi faktor pasokan dan distribusi musiman.
"Secara umum, ketersediaan minyak goreng dan gula dinilai mencukupi meskipun terjadi peningkatan permintaan di beberapa segmen pasar," sebutnya.
Menurut Ghimoyo, pihaknya optimis langkah menjaga kesinambungan pasokan berjalan optimal melalui koordinasi intensif dengan produsen dan distributor. Sejalan dengan itu, Perseroan juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tata kelola minyak goreng rakyat sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, termasuk ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang mewajibkan pabrikan menyalurkan alokasi untuk kebutuhan dalam negeri sesuai kuota pemerintah.
"Kami berharap penguatan pengawasan dan koordinasi terus dilakukan agar alokasi Minyakita dari pabrikan dapat tersalurkan sesuai ketentuan, sehingga stabilitas pasokan di daerah tetap terjaga," tambah Ghimoyo.
Tonton juga video "Danantara Bentuk BUMN Baru untuk Kelola Tambang"
(acd/acd)










































