Mentan Sebut Indonesia Sudah Swasembada Beras, Telur, Ayam

Mentan Sebut Indonesia Sudah Swasembada Beras, Telur, Ayam

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 04 Mar 2026 04:00 WIB
Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Langkah ini menegaskan posisi industri perunggasan nasional yang tidak hanya telah swasembada ayam dan telur, tetapi juga mulai memperluas ekspansi ke pasar global.

Menurut Amran Indonesia telah mencapai swasembada beras, ayam, dan telur, serta memiliki kapasitas produksi yang kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain. Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita. Hari ini ada 3 negara tujuan kita akan kirim telur, ayam, atau produk unggas dan turunannya," ujar Mentan Amran dalam acara pelepasan ekspor di Kantor Kementan Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Selasa (3/3/2026).

Amran juga menekankan bahwa keberhasilan ekspor menjadi bukti Indonesia tidak bergantung pada impor ayam.

ADVERTISEMENT

"Kita sepakat bagaimana menjadi lumbung pangan dunia. Karbohidrat dan protein. Sekarang protein, ini dari, khususnya dari unggas, sudah swasembada dan ekspor," kata Amran.

Amran menegaskan lonjakan produksi tidak boleh berujung pada anjloknya harga di tingkat peternak. Untuk itu, pemerintah mengendalikan surplus melalui mekanisme penyerapan domestik termasuk pemanfaatan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperluas akses ekspor. Langkah ini dilakukan agar keseimbangan pasokan dan harga tetap terjaga.

Sebagai informasi, pada 3 Maret 2026 saja, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengirim 41,3 ton telur senilai sekitar Rp 1,2 miliar. Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengekspor 6 ton olahan ayam ke Singapura senilai sekitar Rp 1 miliar. PT Taat Indah Bersinar mengirim 22 ton olahan ayam dan karkas ke Timor Leste senilai Rp 837 juta. Sementara PT Malindo Food Delight menembus pasar Jepang dengan 6 ton produk olahan seperti nugget dan karaage senilai Rp 271,3 juta.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads