Belum Cukup Pecat 16.000 Karyawan, Amazon Lagi-lagi PHK Massal

Belum Cukup Pecat 16.000 Karyawan, Amazon Lagi-lagi PHK Massal

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 12:44 WIB
Sebelumnya Amazon mengumumkan akan melakukan PHK kepada 9.000 karyawannya.
Foto: Ali Balikci/Getty Images
Jakarta -

Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat (AS), Amazon, kembali memangkas ratusan karyawannya pada Selasa (3/3) kemarin. Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dilakukan setelah perusahaan memangkas sekitar 16.000 pekerja pada Januari 2026 kemarin.

Melansir Reuters, Kamis (5/3/2026), kali ini PHK dilakukan kepada sekitar 100 pekerja yang berada di divisi robotika, menurut dua sumber internal yang mengetahui masalah tersebut. Mereka bertanggung jawab untuk merancang robot dan alat pengangkut otomatisasi lainnya, terutama di gudang.

Namun jumlah pekerja terdampak PHK kali ini belum bisa dikonfirmasi karena Amazon enggan memaparkan secara rinci perihal masalah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami secara teratur meninjau organisasi kami untuk memastikan tim kami siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami," kata Amazon dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Selasa (3/3) kemarin tanpa merinci lebih jauh jumlah karyawan yang terdampak PHK.

ADVERTISEMENT

Pemangkasan pada divisi robotika ini terjadi setelah Amazon resmi menghentikan pengembangan lengan robot yang dikenal sebagai 'Blue Jay' pada Januari kemarin. Alat ini memiliki beberapa lengan robot yang dapat mengambil beberapa barang sekaligus dan dirancang untuk membantu pekerja di ruang yang lebih kecil.

Namun yang menjadi perhatian, langkah efisiensi ini terjadi setelah perusahaan melakukan PHK massal terhadap sekitar 16.000 pekerjaan pada Januari kemarin, dengan mengisyaratkan bahwa pemutusan hubungan kerja akan berlanjut.

Belum lagi, pada Oktober 2025 kemarin perusahaan juga baru memangkas 14.000 karyawannya dengan alasan peningkatan efisiensi kinerja dari kecerdasan buatan serta merevisi budaya perusahaan. Jadi secara keseluruhan, raksasa e-commerce milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos ini telah 30.000 karyawan.

Pemutusan hubungan kerja ini mewakili hampir 10% dari jumlah pekerja korporat Amazon. Di luar itu sebagian besar dari 1,5 juta pekerja Amazon merupakan staf yang dibayar per jam, terutama di bagian gudang yang dikenal sebagai pusat pemenuhan pesanan.

Selain pemutusan hubungan kerja yang lebih luas pada bulan Oktober dan Januari, Amazon selama setahun terakhir juga telah mengurangi sejumlah kecil pekerjaan di unit perangkat dan layanannya, buku, podcast, dan hubungan masyarakat, di antara unit lainnya.

Tonton juga video "Amazon Kembali Lakukan PHK, Kali Ini Pangkas 100 Karyawan"

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads