Laba Lagi Tinggi, Bank Terkenal Ini Malah PHK 2.500 Karyawan

Laba Lagi Tinggi, Bank Terkenal Ini Malah PHK 2.500 Karyawan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 11:50 WIB
Laba Lagi Tinggi, Bank Terkenal Ini Malah PHK 2.500 Karyawan
Morgan Stanley/Foto: Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images
Jakarta -

Raksasa perbankan investasi asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran ke sekitar 2.500 karyawan dari seluruh dari berbagai lini usahanya. Pemangkasan ini dilakukan saat kinerja perusahaan sedang mencapai rekor tertinggi.

Melansir Reuters, Kamis (5/3/2026), PHK massal ini umumnya menyasar karyawan dari tiga divisi utama perbankan yakni investment banking and trading, wealth management, serta investment management. Sedangkan untuk posisi penasihat keuangan dikabarkan terbebas dari pemangkasan tersebut.

"Pemangkasan itu didasarkan pada strategi dan kinerja individu, dan bank bermaksud untuk menambah jumlah karyawan di bidang lain," kata sumber internal yang mengetahui masalah itu kepada Reuters, meminta agar identitasnya dirahasiakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Morgan Stanley tercatat memiliki sekitar 82.992 karyawan per 31 Desember 2025 di seluruh dunia. Dengan begitu badai PHK ini berdampak terhadap sekitar 3% dari total tenaga kerja global perbankan.

Menariknya, langkah efisiensi ini terjadi setelah Morgan Stanley mencatat kinerja yang sangat kuat pada 2025 kemarin. Di mana bank investasi tersebut membukukan pendapatan tahunan tertinggi sepanjang sejarah.

ADVERTISEMENT

Pada Januari lalu, Morgan Stanley juga melaporkan laba kuartal IV yang melampaui ekspektasi analis di Wall Street. Kinerja ini didorong lonjakan pendapatan investment banking hingga 47%, seiring meningkatnya aktivitas transaksi korporasi dan hampir dua kali lipatnya biaya penjaminan emisi utang.

Bahkan para eksekutif perbankan sebelumnya juga sempat menyampaikan optimisme terhadap prospek bisnis pada 2026, didukung oleh pipeline merger dan akuisisi (M&A) serta penawaran umum perdana saham (IPO) yang dinilai masih kuat.

Di sisi lain, volatilitas pasar yang dipicu kekhawatiran terhadap disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) pada bisnis teknologi lama serta ketegangan geopolitik justru meningkatkan aktivitas perdagangan di meja trading. Banyak klien memposisikan ulang portofolio mereka untuk melindungi diri dari berbagai risiko.

Karenanya siapa sangka bank investasi ternama itu memilih untuk melakukan PHK massal saat kinerja perusahaan sedang baik-baik saja.

Namun selain Morgan Stanley, gelombang PHK serupa terjadi di berbagai perusahaan AS sejak awal tahun ini. Banyak perusahaan mulai merampingkan operasional mereka seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam lini bisnisnya.

Bahkan pada akhir bulan lalu perusahaan pembayaran yang dipimpin oleh Jack Dorsey, Block, melakukan PHK besar-besaran terhadap lebih dari 4.000 pekerja sebagai bagian dari restrukturisasi untuk mengintegrasikan teknologi AI ke seluruh operasional perusahaan. Jumlah ini hampir 50% dari total karyawan perusahaan.

Tonton juga video "DPR: Mie Sedaap Janji Tak Lagi PHK Karyawan"

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads