Ini Biang Kerok Harga Tiket Pesawat Mahal

Ini Biang Kerok Harga Tiket Pesawat Mahal

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2026 21:26 WIB
Ilustrasi harga tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat.Foto: Shutterstock
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi buka suara terkait mahalnya harga tiket pesawat rute domestik. Adapun kenaikan harga tiket terjadi pada penerbangan rute Jakarta-Aceh dan Jakarta-Medan.

Kenaikan harga wajar terjadi mengingat tingginya permintaan jelang perayaan hari besar. Meski begitu, Dudy mengatakan pemerintah telah memberikan stimulus diskon transportasi untuk membantu masyarakat menjangkau harga tiket pesawat.

"Ketika ada high demand kemudian supply sedikit, berarti harganya pasti naik. Lebaran maupun kegiatan apapun itu, liburan, Lebaran, atau event-event besar, di mana perjalanan masyarakat tinggi, pasti biasanya harga itu pasti akan naik dan itu terjadi di mana saja," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga rute Jakarta-Aceh dan Jakarta-Medan sebelumnya juga sempat melonjak jelang akhir 2025. Kenaikan harga saat itu juga akumulasi dari kondisi paska-bencana di Aceh dan Sumatera.

ADVERTISEMENT

Selain itu, menurut Dudy, ketersediaan armada pesawat saat ini jauh lebih rendah dari posisi sebelum COVID-19. Pada saat sebelum COVID-19, armada pesawat domestik mencapai 700 unit.

"Jadi pada saat sebelum COVID-19 itu pesawat sampai 700. Sekarang yang tersedia setengahnya. Jadi inilah yang menjadi tantangan buat kita, bahwa ketersediaan pesawat ini membutuhkan penanganan yang cukup baik sehingga bisa menjawab keinginan masyarakat terakomodir perjalanannya dengan harga yang terjangkau," ungkapnya.

Tingginya harga avtur turut menyumbang kenaikan harga tiket pesawat. Pasalnya, bahan bakar minyak (BBM) pesawat ini memakan porsi hingga 27,6% dari total komponen tiket pesawat.

Dudy menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat juga terjadi karena campur tangan agen travel online. Melalui agen tersebut, penerbangan domestik sengaja diarahkan untuk transit terlebih dahulu ke luar negeri.

"Tadi saya bicara mengenai online travel agent ya, karena mereka memang menjual, karena via, via Singapura, via Kuala Lumpur. Harganya memang menjadi lebih murah karena perbedaan perlakuan terhadap penjualan tiket yang ke luar negeri. Kemudian ini menjadi, harga di dalam negeri ini menjadi tidak kompetitif karena gak apple to apple," pungkasnya.



(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads