Jam Kerja di Filipina Dipangkas Jadi 4 Hari Imbas Krisis Minyak

Jam Kerja di Filipina Dipangkas Jadi 4 Hari Imbas Krisis Minyak

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2026 16:30 WIB
Ferdinand Bongbong Marcos Jr., the son and namesake of the late dictator Ferdinand Marcos, delivers a speech after taking oath as the 17th President of the Philippines, during the inauguration ceremony at the National Museum in Manila, Philippines,
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr/Foto: REUTERS/Eloisa Lopez
Jakarta -

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memutuskan untuk mengurangi jam kerja kantor menjadi empat hari. Hal ini merupakan upaya negara itu untuk menghemat energi karena ketegangan di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar global lebih tinggi.

Marcos mengatakan minggu kerja yang lebih pendek ini bersifat sementara. Kebijakan ini tidak berlaku untuk pelayanan darurat termasuk polisi, petugas pemadam kebakaran, dan lembaga lain yang memberikan layanan garda depan kepada masyarakat.

Ia juga memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk mengurangi penggunaan listrik dan biaya bahan bakar 10-20%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua perjalanan dan kegiatan pemerintah yang tidak penting juga dilarang sementara, seperti studi banding, kegiatan membangun tim, atau pertemuan yang dapat dilakukan secara daring," kata Marcos dikutip dari Bloomberg, Sabtu (7/3/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, Filipina mengimpor hampir semua kebutuhan minyaknya. Di tengah perang yang memanas di Iran, Filipina tentu akan terdampak dan memicu inflasi yang telah mencapai level tertinggi dalam 13 bulan pada Februari.

"Saudara-saudaraku, kita tidak tahu kapan kekacauan di Timur Tengah akan berakhir. Kita adalah korban perang yang tidak kita pilih dan tidak kita inginkan. Kita tidak dapat mengendalikan perang, tetapi kita dapat mengendalikan bagaimana kita akan melindungi rakyat Filipina," ujarnya.

Filipina secara luas dipandang oleh para ekonom sebagai salah satu negara yang paling rentan di kawasan Asia-Pasifik terhadap inflasi dan risiko pertumbuhan yang dipicu oleh konflik Timur Tengah.

"Negara ini cenderung mengalami dampak inflasi yang lebih kuat karena harga bahan bakar ritel lebih didorong oleh pasar dan subsidi terbatas," kata Deepali Bhargava, Kepala Riset Regional di ING Bank NV.

Kamar Dagang dan Industri Filipina telah memperingatkan jam kerja menjadi empat hari dapat secara signifikan mempengaruhi industri manufaktur, pilar utama perekonomian.

"Kita telah beroperasi dengan sumber daya yang terbatas dan pengurangan lebih lanjut jumlah hari kerja dapat mempengaruhi komitmen kita," kata Perry Ferrer, Presiden Kamar Dagang Filipina.

(ada/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads