ADB Guyur Rp 2,5 T, Internet Rumah di RI Mau Dipercepat

ADB Guyur Rp 2,5 T, Internet Rumah di RI Mau Dipercepat

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2026 11:03 WIB
ADB Guyur Rp 2,5 T, Internet Rumah di RI Mau Dipercepat
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mengumumkan pinjaman senilai US$ 150 juta atau Rp 2,53 triliun (kurs Rp 16.876) untuk PT Link Net Tbk (Linknet). Pinjaman tersebut guna meningkatkan infrastruktur digital di Indonesia dan memperbaiki kualitas broadband.

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan pembiayaan itu juga akan digunakan untuk memperkuat stabilitas Linknet dan memfasilitasi investasi lebih lanjut di pasar broadband fiber optik, sejalan dengan pergeseran strategisnya ke model bisnis-ke-bisnis.

"Kesepakatan penting ini memperkuat peran ADB sebagai mitra tepercaya dalam agenda pengembangan digital Indonesia. Dengan mendukung perluasan layanan infrastruktur digital Linknet, kami bertujuan untuk menyediakan akses yang inklusif dan adil serta membuka potensi ekonomi digital negara ini yang diperkirakan mencapai US$ 366 miliar pada tahun 2030," ucap Alimov dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan itu akan membantu komunitas dan bisnis mengakses alat digital melalui investasi Linknet untuk memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH) nasionalnya, yang menyediakan internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah menggunakan kabel fiber optik, serta mengembangkan model grosir akses terbuka yang akan meningkatkan kualitas broadband, produktivitas dan partisipasi dalam ekonomi digital-terutama bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kesepakatan itu juga akan mendukung komitmen iklim negara melalui teknologi hemat energi dan aset jaringan yang ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, sejak 2015 industri broadband seluler Indonesia terus tumbuh pesat. Meski demikian, adopsi, akses dan harga produk broadband tetap seperti jaringan fiber optik masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Untuk mengatasi tantangan itu, pemerintah sedang mengembangkan kebijakan sektoral untuk menyederhanakan proses perizinan dan menstandarkan struktur biaya guna mendorong lanskap kompetitif bagi pemain broadband serat optik.

"Kami sangat antusias bermitra dengan ADB dalam proyek penting ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung ekonomi digital Indonesia," kata Chief Executive Officer Linknet, Kanishka Gayan Wickrama.

"Kesepakatan keuangan ini akan memungkinkan kami menyediakan layanan yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggan kami. Hal ini juga akan memungkinkan kami mengakses pembiayaan jangka panjang untuk selaras dengan pergeseran strategis dan operasional kami," tambahnya.

Linknet adalah penyedia layanan broadband terkemuka di Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh Axiata Group Berhad, sebuah perusahaan telekomunikasi dan layanan digital terkemuka yang berfokus pada layanan seluler dan broadband di Asia.

Tonton juga video "Cakupan Internet Gen Z Tembus 87 Persen, Komdigi: Ruang Digital Jadi Tumbuh Kembang Anak"

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads