Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan kalangan pengusaha harus lebih kompak karena menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu.
Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari mengungkapkan satu-satunya cara adalah tetap solid untuk menghadapi tantangan ini..
Ia juga mengapresiasi respons Pemerintah yang selalu update dan melakukan intervensi terhadap situasi global. Dengan komunikasi yang baik ini, dunia usaha, khususnya Hipmi akan mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Akbar, saat ini Indonesia tidak terlalu terdampak perang di kawasan Teluk. Namun, sebagai pelaku usaha, dirinya ingin konflik ini cepat selesai. Karena yang terpenting bagi dunia usaha adalah stabilitas.
"Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya," ungkap Akbar dalam keterangannya, ditulis Rabu (11/3/2026).
Dengan dolar yang tembus 17 ribu dan harga minyak yang sempat mencapai 100 dolar AS per barel, efeknya pasti akan terasa. "Untuk itu, kita harus antisipasi, kita harus adaptif, dan berharap konflik ini cepat selesai," kata Akbar.
Ia juga mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Rabu (4/3/2026). Saat itu Prabowo memberi arahan agar dunia usaha tetap solid menghadapi ketidakpastian global ini.
"Kita pelaku usaha, Pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini," pungkasnya.
Ketua Panitia Sunny Boy Hutabarat mengatakan, bukber dengan tema "Harmoni Pengusaha Muda: Menyatukan Visi, Menebar Keakraban di Bulan Suci" ini merupakan silaturahmi pengusaha muda.
"Kita berkumpul bersama senior, mantan-mantan ketua umum baik yang tidak menjabat maupun yang menjabat sebagai menteri. Kami sharing kondisi perekonomian dan terus bersinergi," ujarnya.
(kil/kil)










































