Presiden Prabowo Subianto memaparkan kebijakan Pakistan untuk menghadapi dampak perang Amerika Serikat & Israel lawan Iran.
Menurut Prabowo Pakistan sudah menganggap dampak gejolak Timur Tengah sebagai krisis. Beberapa kebijakan ekstrim pun diambil, mulai dari imbauan kerja dari rumah hingga pemotongan hari kerja.
"Ini langkah Pakistan ya, ini hanya sebagai perbandingan, jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Mereka melaksanakan WFH kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50% bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari," ungkap Prabowo pada Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Pakistan juga mengurangi gaji untuk anggota kabinet dan DPR. Semua penghematan ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah.
"Mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mereka mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat. Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," papar Prabowo lebih lanjut.
Pakistan juga menghentikan semua kunjungan ke luar negeri bagi pejabat pemerintah, kemudian dikurangi juga penggunaan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya.
Prabowo menambahkan kebijakan Pakistan merupakan contoh, dan menteri-menteri terkait diminta mengkajinya. Pada intinya penghematan mesti dilakukan di tengah kondisi krisis seperti ini.
"Ini hanya contoh ya, ini contoh, maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini yak an. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi," tutur Prabowo.
(hal/hns)










































