Bos Buruh Ungkap Modus Pengusaha Nakal Ogah Bayar THR

Bos Buruh Ungkap Modus Pengusaha Nakal Ogah Bayar THR

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 09:55 WIB
SejumlahΒ buruhΒ mengikutiΒ aksiΒ unjukΒ rasa diΒ depanΒ Gedung DPR, Jakarta,Β KamisΒ (15/1/2026).Β DalamΒ aksiΒ tersebutΒ merekaΒ menuntutΒ sejumlahΒ isuΒ sepertiΒ kenaikanΒ UpahΒ MinimumΒ ProvinsiΒ (UMP) DKI Jakarta 2026Β sebesarΒ Rp 5,73Β jutaΒ ya
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Sekitar 25 ribu buruh dilaporkan belum menerima tunjangan hari raya (THR). Menurut Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, hal ini melanggar ketentuan pemerintah yang menetapkan batas waktu pembayaran THR paling lambat adalah H-7 Lebaran.

Laporan tersebut berasal dari aduan para buruh di berbagai pabrik yang menyampaikan keluhan mereka melalui posko Orange. Meski begitu, Said Iqbal menyebut laporan tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut.

"Dari laporan yang diterima oleh Posko Orange Partai Buruh dan KSPI, lebih dari 25 ribu buruh tidak menerima THR. Jadi ada 25 ribu buruh yang tidak menerima THR. Tentu kami akan verifikasi terhadap data ini, laporan dari bawah," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut antara lain PT Wiska di Bandung, yang bahkan dilaporkan belum membayar upah pekerja selama tiga bulan. Selain itu terdapat PT Istana Baladewa di Bandung, PT Namasindo di Kabupaten Bandung Barat, serta PT Sinarup di Bogor.

ADVERTISEMENT

Kasus lain yang disebut cukup besar terjadi di PT Ricky Sportindo di Bogor yang melibatkan sekitar dua ribu pekerja. Para buruh di perusahaan tersebut dilaporkan belum menerima THR maupun upah sehingga memicu aksi pekerja yang menguasai area pabrik. Perusahaan ini diketahui merupakan produsen pakaian olahraga berorientasi ekspor.

"Dan yang paling besar ini, di Bogor juga, di Citrep, yaitu PT Ricky Sportindo. Ricky Sportindo itu ada dua ribuan itu. Ya, dua ribuan karyawan tidak dibayar THR, tidak dibayar upah," sebut Said Iqbal.

Tak hanya itu, Said Iqbal juga menyinggung kasus PT Amos Indah Indonesia di kawasan KBN Cakung, Jakarta. Said Iqbal menyebut modus yang digunakan selalu sama, yakni perusahaan tiba-tiba menyetop produksi menjelang hari raya.

"Dan ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Modusnya sama. Amos Indah Indonesia, tiba-tiba produksi di-stop, hubungan kerja diputus. Di Amos Indah Indonesia di Cakung, nggak usah jauh-jauh. Ricky Sportindo juga begitu. Menjelang hari raya, dihentikan, diputus, disuruh dirumahkan dulu. Padahal kontrak kerjanya masih ada," jelas dia.

Atas kondisi tersebut, KSPI dan Partai Buruh berencana menggelar aksi pada H-2 Lebaran. Aksi tersebut kemungkinan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan pabrik maupun di Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kami akan melakukan aksi di lokasi-lokasi pabrik atau bisa juga aksi di Kemenaker, nanti H-2 untuk menuntut jangan retorika dan berbohong. Itu yang paling kita menyakitkan sekali. H-2, kita akan aksi dan memastikan perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar THR," tutupnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads