Perputaran Duit Selama Lebaran Diprediksi Tembus Rp 161 T

Perputaran Duit Selama Lebaran Diprediksi Tembus Rp 161 T

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 15 Mar 2026 10:34 WIB
Petugas menata uang tunai di BNI Cash Center, Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024 sebanyak Rp197,6 triliun atau naik 4,65 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu. ANTA
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi perputaran uang selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 H mencapai Rp 148.396.875.000.000. Angka itu naik sekitar 8% dari tahun sebelumnya.

Demikian kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. Prediksi itu didapat dari perhitungan jumlah pemudik 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga (KK), dengan asumsi per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.125.000.

"Hitungan itu di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp 161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.500.000," kata Sarman dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarman menyebut uang itu akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya.

ADVERTISEMENT

Perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idul Fitri 1447. Selama di kampung halaman, uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata, berbagai pedagang UMKM akan menikmati peningkatan omzet seperti pedagang makanan/minuman, souvenir, penjual makanan khas daerah dan penjual batik/kain khas daerah, serta pusat kuliner di berbagai daerah.

"Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan BBM, service kendaraan, serta oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Kemudian baju baru untuk keluarga dan peralatan sholat, THR untuk kerabat dan keluarga, hampers untuk tetangga dan sahabat, aneka makanan dan minuman khas Lebaran untuk menyambut tamu, kebutuhan rumah tangga umumnya bahan pokok pangan seperti daging, ayam, buah dan lain-lain, serta zakat fitrah dan sedekah," jelas Sarman.

Perputaran uang selama libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15% dinilai menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4-5,5%. Sarman optimis target itu dapat tercapai.

"Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I, di mana ada momentum liburan Nataru di awal Januari 2026, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp 9 triliun dan Idul Fitri 1447 H, maka sangat optimis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target," ucap Sarman.

Menurutnya, paling penting adalah pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026. Dengan demikian masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing.

"Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri," imbuh Sarman.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads