AS Prediksi Perang Berakhir Dalam Waktu Dekat, Iran Berkata Sebaliknya

AS Prediksi Perang Berakhir Dalam Waktu Dekat, Iran Berkata Sebaliknya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 16 Mar 2026 09:00 WIB
Explosions erupt following strikes at Tehran Oil Refinery in Tehran on March 7, 2026. The United States and Israel launched strikes against Iran on February 28, sparking swift retaliation by the Islamic republic which responded with missile attacks a
Ilustrasi/Ledakan terjadi setelah serangan di Kilang Minyak Tehran di Teheran pada 7 Maret 2026/Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta -

Pejabat Amerika Serikat (AS) menanggapi ketidakpastian ekonomi akibat harga minyak yang tinggi. Perang dengan Iran diprediksi berakhir dalam waktu dekat dan menurunkan biaya energi.

Dengan harga minyak mentah yang berkisar sekitar US$ 100 per barel, para pejabat AS menilai semua tanda menunjukkan berakhirnya konflik dengan relatif cepat.

"Konflik ini pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bisa jadi lebih cepat dari itu. Kita akan melihat peningkatan pasokan dan penurunan harga setelah itu," kata Menteri Energi AS Chris Wright dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam serangan lebih lanjut terhadap pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg. Ia berencana mengumumkan koalisi untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz paling cepat minggu ini.

ADVERTISEMENT

"Masih dibahas apakah operasi tersebut akan dimulai sebelum atau setelah permusuhan berakhir," kata pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Trump pada Jumat (13/3) mengatakan Iran ingin bernegosiasi. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (15/3) membantah klaim tersebut. "Kami tidak pernah meminta gencatan senjata dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama yang dibutuhkan," tegas Araqchi.

Dengan perang memasuki minggu ketiga, Trump mengatakan bahwa serangan AS telah benar-benar menghancurkan sebagian besar Pulau Kharg dan memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut. "Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," ujarnya.

Sementara itu, Israel dan Lebanon diperkirakan mengadakan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang untuk gencatan senjata. Lebanon terseret ke dalam perang ketika Hizbullah melepaskan tembakan ke Israel, dengan mengatakan itu untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.

(aid/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads