Rencana MBG Dikurangi 1 Hari Tunggu Restu Prabowo

Rencana MBG Dikurangi 1 Hari Tunggu Restu Prabowo

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 28 Mar 2026 07:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini hal itu dilakukan di Bogor, tepatnya di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor.
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini hal itu dilakukan di Bogor, tepatnya di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor.Foto: Cahyo/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara terkait rencana pengurangan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu. Langkah ini sebagai upaya efisiensi anggaran di tengah lonjakan harga minyak.

Saat ditanya apakah Presiden Prabowo Subianto sudah setuju terkait rencana tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa rencana itu masih sedang difinalkan.

"Sedang kita finalkan," kata Prasetyo saat ditanya apakah Prabowo setuju terkait wacana MBG dipangkas jadi lima hari, ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo menyebut terkait langkah-langkah pemerintah dalam merespons situasi global akan diumumkan minggu ini, termasuk nasib penyaluran MBG.

"(Diumumkan) minggu ini. Ada Sabtu, ada Minggu," tutur Prasetyo.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan opsi untuk efisiensi program MBG. Rencana efisiensi dilakukan dengan mengurangi jumlah penyaluran, dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Purbaya mengatakan negara bisa hemat sekitar Rp 40 triliun per tahun jika itu dilakukan. Angka itu baru berdasarkan hitungan kasar dari BGN.

"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads