Penguatan Rupiah Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak
Kamis, 18 Okt 2007 17:18 WIB
Jakarta - Meski harga minyak dunia sempat menembus US$ 89 per barel, Pertamina masih akan menunggu pergerakan harga itu sampai akhir bulan ini. Diharapkan dampak lonjakan harga minyak itu bisa diredam penguatan nilai tukar rupiah.Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menjelaskan, penguatan nilai tukar rupiah mampu menekan pengaruh kenaikan harga minyak dunia terhadap kenaikan harga BBM non subsidi."Kalau rupiah di level Rp 9.000 atau Rp 8.000-an terhadap dolar, maka akan sangat membantu," ujarnya ketika dihubungi detikfinance, Kamis (18/10/2007).Namun dari posisi dua hari terakhir, penguatan rupiah belum menunjukkan tanda-tanda yang berarti.Penguatan rupiah menjadi penting terkait pembalian minyak mentah dan produknya. Faisal menjelaskan, ada perbedaan harga sekitar US$ 5-6 per barel antara minyak mentah dan produk jadinya."Jadi kalau harga minyak mentahnya US$ 88, produknya bisa sekitar US$ 94," katanya.Faisal mengaku belum bisa memprediksi pengaruh kenaikan harga minyak dunia belakangan ini terhadap harga BBM non subsidi. Karena harga minyak tersebut bisa berubah dalam seminggu kedepan."Kita masih lihat dulu sampai akhir bulan, baru kita lihat rata-rata per bulan. Itu yang akan digunakan menjadi patokan harga bulan depan," tegasnya.
(lih/qom)











































