Masyarakat Indonesia disebut gemar belanja sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri. Toko ritel dan mal diserbu masyarakat sebagai tempat belanja utama.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut sejauh ini daya beli masyarakat cukup baik untuk berbelanja, khususnya jelang Lebaran. Kunjungan pusat belanja selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri naik 12% secara tahunan. Masyarakat banyak menghabiskan uangnya untuk makanan, minuman, dan hiburan di mal.
"Data dari APPBI, tingkat kunjungan saat Ramadan dan Idul Fitri 2026 naik sekitar 12% year on year. Kemudian konsumsi masyarakat didominasi oleh makanan, minuman, dan entertainment. Peningkatan kunjungan di kuartal I tumbuh 10%," papar Budi Santoso di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Diskon
Dia melanjutkan, sederet program diskon diberikan pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Ada dua program besar yang berjalan, yaitu pesta diskon Friday Mubarak 2026 dan Bina Lebaran 2026. Dari kedua program besar itu tercatat transaksi Rp 180,9 triliun.
Dari program Friday Mubarak tercatat transaksi Rp 126,021 triliun per 29 Maret, dengan estimasi per akhir Maret 2026 mencapai Rp 129,1 triliun, realisasi yang cukup jauh di atas target. Program ini berjalan pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan menargetkan transaksi senilai Rp 119 triliun.
Sementara itu, dari program Bina Lebaran 2026 transaksinya tercatat mencapai Rp 54,9 triliun, jumlah itu 2,8% di atas target Rp 53,38 triliun. Program ini berjalan pada 6-30 Maret 2026.
Program pesta diskon serupa, kata Budi, akan dibuat lagi hingga akhir tahun, mulai pada masa musim libur sekolah, hari kemerdekaan, hingga libur akhir tahun.
Belanja Online
Bukan hanya belanja secara langsung ke pusat belanja, masyarakat juga cukup aktif belanja di marketplace online. Berdasarkan lembaga riset e-commerce ECDB, pada Februari 2026 total penjualan di e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5,76 miliar atau setara Rp 96,7 triliun.
Budi bilang beberapa produk yang biasa digunakan saat Lebaran menjadi yang paling laris, mulai dari produk fesyen muslim, hingga hampers lebaran.
"Produk paling laris fesyen muslim, produk makanan dan minuman, hampers lebaran, produk kecantikan dan peralatan rumah tangga," papar Budi.
Simak juga Video 'BI Tahan Suku Bunga 4,75% untuk Jaga Rupiah':
(hal/ara)









































