30.000 Kopdes Ditargetkan Beroperasi Agustus, Ada Klinik-Apotek

30.000 Kopdes Ditargetkan Beroperasi Agustus, Ada Klinik-Apotek

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 10:15 WIB
Suasana Koperasi Merah Putih di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Ilustrasi/Foto: Muhammad Firman/detikFoto
Jakarta -

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopdesKel) Merah Putih beroperasi pada Agustus 2026. Salah satu gerai layanan yang akan dibuka di Kopdeskel Merah Putih, yakni apotek dan klinik desa.

Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenkop dengan BPJS Kesehatan. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop), Ahmad Zabadi, menyatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Menteri Koperasi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan pada 23 Desember 2024 lalu.

Zabadi menyebut rencana besar pemerintah untuk meresmikan operasional 30.000 Kopdeskel Merah Putih pada Agustus. Langkah ini diharapkan mampu menyentuh puluhan juta masyarakat desa secara langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita hitung rata-rata anggotanya seribu orang saja, berarti minimal ada 30 juta masyarakat desa dan kelurahan yang akan terfasilitasi di tahap pertama," ujar Zabadi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Zabadi menjelaskan potensi cakupan ini masih sangat luas mengingat terdapat total 83.393 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Jika seluruh wilayah tersebut memiliki koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota, maka terdapat lebih dari 80 juta orang yang harus dipastikan mendapatkan hak layanan kesehatan.

Zabadi menekankan koperasi ke depan tidak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga menjadi penyedia akses medis melalui kehadiran apotek dan klinik.

"Gerai apotek dan klinik akan menjadi bagian penting. Kami ingin memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan melalui apotek Koperasi Desa Kelurahan Anggota Putih," jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98% dari total penduduk Indonesia.

Fokus utama dari kolaborasi ini, kata Prihati, adalah menjaga keberlangsungan program serta memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata guna mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.

"Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU untuk bisa bekerja sama dalam rangka melaksanakan program JKN bisa sampai ke desa, masuk ke ekosistem Koperasi Merah Putih, kemudian ke ekosistem MBG dan SPPG ke daerah-daerah," ujar Prihati.

Simak juga Video 'Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja bagi Generasi Muda':

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads