Rencana Besar Prabowo Turunkan Biaya Haji

Rencana Besar Prabowo Turunkan Biaya Haji

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 09:30 WIB
Prabowo Subianto
Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan biaya haji bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto menyatakan sejauh ini untuk biaya haji 2026 nilainya sudah turun sampai Rp 2 juta per orang.

Dia memaparkan butuh keberanian besar untuk menurunkan biaya haji. Apalagi, saat ini ada sentimen gejolak energi imbas perang di Timur Tengah yang menyebabkan harga avtur meroket. Dia menegaskan Indonesia masih berani menurunkan biaya haji di tengah kenaikan harga avtur.

"Kita pastikan bahwa biaya haji 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta, walaupun harga avtur naik kita berani turunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah untuk lindungi rakyat paling bawah," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah yang dihelat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut dia juga menyatakan saat ini waktu tunggu haji di Indonesia makin ringkas dan lebih cepat. Dia memaparkan dari awalnya antrean haji selama 48 tahun kini dipangkas jadi 26 tahun.

ADVERTISEMENT

"Saya juga dapat laporan, antrean haji sekarang tak lagi 48 tahun, mulai tahun ini maksimal 26 tahun, dan saya akan berjuang lebih ringkas lagi," ujar Prabowo.

Prabowo juga memberikan titah khusus kepada Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan dalam rangka menekan biaya haji dari segi maskapai penerbangan.

Dia meminta Glenny segera melakukan pendekatan kepada Saudia Airlines. Arahannya Garuda diminta membuat anak usaha dengan maskapai tersebut khusus untuk pengangkutan jemaah haji. Sebab, selama ini dua maskapai seringkali merugi karena tingkat keterisian pesawat hanya terjadi pada satu arah saja.

Misalnya saja, saat keberangkatan haji ke Mekah, maskapai hanya akan merasakan tingkat keterisian tinggi pada saat berangkatnya saja. Ketika kembali pesawat akan kosong. Hal ini membuat operasional pesawat jadi mahal.

"Saya telah instruksikan untuk dekati Saudi Air, supaya Garuda dan Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air bikin joint venture, selama ini Garuda bawa haji ke tanah suci kembalinya kosong, ini kan tidak ekonomis dan masuk akal. Arab Saudi juga demikian, antar haji pulang ke Indonesia kembalinya kosong," titah Prabowo.

Menurutnya seharusnya Garuda dan Saudia Airlines membuat anak usaha dengan jumlah saham yang seimbang untuk melayani penerbangan jemaah haji di Indonesia yang jumlahnya besar. Dengan begitu, operasional penerbangan akan makin efisien, dan pada ujungnya harga tiket bisa turun drastis.

"Kenapa nggak kerja sama aja? Bikin anak perusahaan 50% Saudi, 50% Indonesia, jadi kita pesawat terbang ini ke Arab penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi. Waktu bisa lebih singkat lagi," sebut Prabowo.

Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan agar titah ini segera dijalankan Glenny. Dia bilang perintah ini sudah dikeluarkan sejak 2 bulan lalu dan dirinya belum mendapatkan tindak lanjutnya.

Prabowo juga meminta agar Glenny segera menghadap kepadanya untuk melaporkan tindak lanjut titah pendekatan ke Saudi Air. "Nanti Dirut Garuda menghadap saya," kata Prabowo.

Simak Video 'Ongkos Haji Turun Rp 2 Juta, Pemerintah Tanggung Rp 1,77 T Imbas Harga Avtur Naik':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads