Trump Minta Iran Buka Total Hormuz-Setop Biaya Lewat

Trump Minta Iran Buka Total Hormuz-Setop Biaya Lewat

Ilyas Fadilah - detikFinance
Minggu, 12 Apr 2026 07:25 WIB
US President Donald Trump holds a press conference at the White House in Washington, DC, April 6, 2026. (Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto: Reuters
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Selat Hormuz segera dibuka. Ia mengklaim negara lain siap membantu AS membuka selat tersebut.

Meski mengakui hal itu tidak mudah, Trump kembali menegaskan Selat Hormuz segera dibuka. Sayangnya ia tidak menjelaskan bagaimana AS akan membuka jalur laut tersebut.

"Saya akan mengatakan ini: kami akan segera membukanya," ujar Trump dikutip dari AlJazeera, Sabtu (11/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Trump juga menolak rencana Iran yang ingin mengenakan biaya kepada kapal untuk melintas di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Iran akan menarik biaya bagi kapal yang ingin melintas dengan aman, bahkan jika kesepakatan damai dengan AS tercapai. Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Jika mereka melakukan itu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," tambah Trump.

Trump juga menekankan prioritas utama dalam setiap kesepakatan adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurutnya, jika itu tercapai, Selat Hormuz akan otomatis kembali dibuka.

Meski telah diumumkan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih nyaris terhenti, mengganggu sekitar 20% aliran minyak dan gas dunia.

Hanya dua kapal yang melintas pada Jumat, turun dari lima kapal sehari sebelumnya. Sejak gencatan senjata dimulai, hanya 22 kapal yang keluar dari selat tersebut, jauh di bawah rata-rata sekitar 135 kapal per hari sebelum perang.

Lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, masih tertahan di kawasan Teluk akibat blokade tersebut. Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan memimpin perundingan di Islamabad pada Sabtu untuk membahas upaya mengakhiri perang secara permanen.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads