Iran Buka Penuh Selat Hormuz, Blokade AS Masih Membayangi

Iran Buka Penuh Selat Hormuz, Blokade AS Masih Membayangi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 18 Apr 2026 11:00 WIB
FILE PHOTO: A map showing the Strait of Hormuz is seen in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Pemerintah Iran membuka kembali jalur pelayaran energi paling vital di dunia, Selat Hormuz untuk dapat dilintasi kapal-kapal komersial. Keputusan ini diambil seiring berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon hingga sepuluh hari ke depan.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dikutip dari CNBC, Sabtu (18/4/2026).

Araghchi menegaskan jalur pelayaran vital tersebut kini dapat dilalui secara normal, meski dengan sejumlah ketentuan teknis, salah satunya kapal-kapal harus melintas melalui rute terkoordinasi khusus yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum jelas apakah Iran akan memaksa kapal-kapal untuk membayar biaya 'tol' agar bisa melewati selat tersebut, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, hal ini setidaknya berdampak positif terhadap kondisi energi global.

AS Masih Blokade Pelabuhan-pelabuhan di Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Iran karena telah membuka Selat Hormuz melalui unggahan di media sosial. Hal ini diungkapkan kembali oleh Trump dalam pidatonya di acara Turning Point USA di Phoenix, Jumat (17/4) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Namun, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Rencananya pemblokiran ini terus dilakukan sampai pemerintah AS mencapai kesepakatan dengan Iran.

"Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk bisnis dan lalu lintas penuh, meskipun blokade AS tetap berlaku penuh," jelas Trump.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads