Tak Turunkan Fiskal RI Norak
Jumat, 26 Okt 2007 13:20 WIB
Jakarta - Penghapusan biaya fiskal seperti bea masuk sudah menjadi hal yang umum di negara-negara dunia sesuai rekomendasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kalau Indonesia tidak mengikuti tren ini, sama saja Indonesia ketinggalan zaman."Itu lah babak baru perdagangan internasional baik ASEAN maupun WTO. Sasaran tembak pasti fiskal yang menghendaki tidak ada lagi pendekatan fiskal itu tren dunia kalau itu tidak kita ikuti kita kelihatan norak, masak orang lain sudah begitu kita masih begini-begini saja," ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris.Hal itu disampaikan Fahmi menjawab pertanyaan para pengusaha Amerika Serikat di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (26/10/2007).WTO merekomendasikan bea masuk bisa dihapuskan, ASEAN juga meminta hal yang serupa. "Jadi perdagangan bebas mensyaratkan kebijakan fiskal direndahkan baik antara negara ASEAN apalagi WTO," ujarnya.Pengusaha AS juga mempertanyakan mengenai pengenaan PPnBM produk elektronik, otomotif maupun industri lain di Indonesia yang dinilai terlalu tinggi. Mengenai hal ini Menperin mengatakan Depperin sudah melakukan pembahasan dengan Departemen Keuangan, namun hingga saat ini belum mencapai titik temu.
(ddn/ir)











































