Pemilihan Direktur IMF Harus Transparan dan Profesional

Pemilihan Direktur IMF Harus Transparan dan Profesional

- detikFinance
Jumat, 26 Okt 2007 14:50 WIB
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum bahwa posisi Direktur Pelaksana IMF adalah jatah Eropa, sementara Bank Dunia menjadi jatah AS. Pembagian yang menjadi konsesi turun temurun itu harus segera dihentikan.Desakan untuk melakukan reformasi dalam pemilihan jabatan tertinggi di IMF dan Bank Dunia itu mengemuka dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang berlangsung di Washington, AS, 20-22 Oktober lalu. Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang juga mengikuti pertemuan itu menyampaikan 'oleh-oleh' hasil pertemuan tersebut kepada wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (26/10/2007).Menurut Burhanuddin, para anggota IMF dan Bank Dunia saat memberikan sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Managing Director (MD) IMF baru, Dominique Strauss-Kahn."Tapi mereka juga berkeinginan supaya pada periode berikutnya, pemilihan Managing Director dilakukan secara transparan dan profesional, bukan karena ini miliknya AS atau Prancis, karena selalu begitu. Presiden Bank Dunia dari IMF, MD IMF selalu Eropa," ujarnya.Negara-negara Asia, lanjut Burhanuddin, juga berharap bisa menduduki posisi tertinggi di IMF itu."Bahkan dalam komite IMFC kemarin juga mau dipilih ada calon dari Asia, tapi yang terpilih bukan orang Asia malah orang Kanada. Sehingga dalam konteks itu kita ingin supaya tahun depan dan periode berikutnya transparansi dan demokrasi dalam pemiluhan itu menjadi sebuah kenyataan," urainya.Hal lain yang disoroti adalah keinginan negara-negara anggota agar IMF kembali ke khittah-nya. "Kita sangat mendukung IMF kembai ke khittah-nya karena kita juga merasakan IMF kalau sudah terlalu mencampuri hal yang bukan bidangnya maalah justru menambah masalah," tambah Burhanuddin. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads