Sumut Bebas Krisis Listrik 2010
Sabtu, 27 Okt 2007 09:35 WIB
Jakarta - Pemerintah Sumatera Utara (Sumut) akan memprioritaskan investasi proyek-proyek listrik di daerahnya. Ditargetkan pada tahun 2010 tidak ada lagi krisis listrik di 'tanah ulos' itu.Hal ini untuk mengurangi krisis listrik di wilayah tersebut yang berakibat pada iklim investasi di Sumatera Utara."Kami sudah sampaikan kepada Wapres Kemarin kami akan mengejar investasi di listrik sehingga tahun 2010 tidak ada lagi krisis listrik," kata Kepala Badan Investasi dan Promosi Provinsi Sumatera Utara R. Sabrina kepada detikFinance disela-sela Sumut Expo, di SCBD Expo, Sabtu (27/10/2007).'Sumut Expo 2007' digelar pada 25-28 Oktober 2007, yang ditujukan untuk menarik investasi di berbagai sektor. Krisis listrik yang terjadi di Sumut dan banyak wilayah lain di Indonesiamenurut Sabrina, telah menghambat iklim investasi yang pada akahirnya akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian.Menurutnya sampai September ini sudah ada dua perusahaan dalam negeri yang memperoleh persetujuan investasi pembangkit listrik di Sumut. Kedua perusahaan itu adalah PT Gregory Energi dan Ranyza Energi dengan total investasi Rp 2,5 triliun.Sementara total investasi PMDN yang masuk selama sembilan bulan di tahun 2007 mencapai Rp 9 triliun dari total target investasi tahun ini Rp 10 triliun. Menurutnya ada 9 perusahaan lokal yang akan menanamkan modal baru dan 11 peruahaan yang akan melakukan perluasan usaha.Sedangkan untuk penanaman modal asing (PMA), sampai september telah ada 34 perusahaan yang mendapat persetujuan invetasi dengan nilai US$ 268 juta. Dari jumlah tersebut 29 perusahaan merupakan investasi baru dan sisanya perluasan usaha. Target investasi PMA tahun ini mencapai US$ 290 juta."Kalau dilihat dari pencapaian sampai September mudah-mudahan bisa melebihi target," ujarnya.Bidang-bidang yang diminati investor di Sumut menurutnya masih bidang perkebunan, jasa perdagangan, perikanan dan energi seperti pembangkit listrik serta bio diesel."Tahun ini baru 1 perusahaan yang mengajukan untuk biodiesel, tapi tahun lalu jumlahnya banyak sekali, ada 7," kata Sabrina.
(ard/ir)











































