Banyak negara menolak segala jenis pungutan khusus bagi kapal yang mau melewati Selat Hormuz. Pungutan khusus itu dilakukan oleh pemerintahan Iran.
Hal ini diungkap Menteri Luar Negeri usai ikut menghadiri konferensi normalisasi Selat Hormuz yang dibesut oleh Inggris dan Prancis, dan diikuti 20 negara di dunia.
"Kemudian tadi disampaikan mengenai inisiasi yang dilakukan oleh Prancis dan Inggris. Jadi, saya mewakili Bapak Presiden hadir secara daring di rapat tersebut. Yang intinya, pertama bahwa negara-negara yang ikut di dalam konferensi tersebut menolak segala jenis pemungutan fee atau tol bagi kapal-kapal yang lewat di Hormuz," ungkap Sugiono di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi tersebut, Sugiono menyatakan negara-negara di dunia ini menentang pungutan yang diambil Iran sebab tak sesuai dengan kebebasan navigasi.
"Karena hal tersebut bertentangan dengan apa yang dikenal dengan freedom of navigation. Selat Hormuz dikuasai Iran, tapi di situ kan ada Oman, ya kan, kemudian ada UAE. Kemudian, karena ya, jadi beberapa contoh ada praktik-praktik tersebut dilakukan di situ," papar Sugiono.
Pada intinya, Sugiono menegaskan semua negara yang ikut konferensi akan terus mendukung upaya-upaya yang sifatnya diplomatis dalam rangka menyelesaikan ketegangan di situ di Selat Hormuz.
Sugiono juga memaparkan adanya rencana menempatkan proteksi militer atau peaceful military protection di Selat Hormuz. Kapal yang melewati Hormuz dapat merasakan kawalan khusus dari militer.
"Dalam rangka menempatkan apa yang disebut dengan peaceful military protection bagi kapal-kapal yang melalui Selat Hormuz. Jadi itu diwacanakan. Jadi kapal-kapal yang lewat di situ itu dikawal dalam misi mengawal untuk bisa lewat," ujar Sugiono.
Namun, hal itu masih menjadi wacana dan dalam pembicaraan yang lebih lanjut. Konferensi itu menawarkan perdamaian logistik di Selat Hormuz.
"Karena bukan cuma minyak yang lewat Selat Hormuz. Yang lewat Selat Hormuz itu berbagai macam produk. Jadi kurang lebih seperti itu. Normalisasi yang tadi disampaikan ya tentu saja upaya-upaya de-mining juga dilakukan, membersihkan ranjau-ranjau laut yang ada di sekitar Selat Hormuz," pungkas Sugiono.
Tonton juga video "Iran Belum Putuskan Gencatan Senjata, Sebut Blokade AS Pelanggaran"
(acd/acd)
