Stok BBM Dijamin Aman Meski Kapal Tanker RI Belum Bisa Lewat Selat Hormuz

Stok BBM Dijamin Aman Meski Kapal Tanker RI Belum Bisa Lewat Selat Hormuz

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 14:04 WIB
A map showing the Strait of Hormuz is seen in this illustration taken March 23, 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan stok energi Indonesia sampai saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, meskipun ada kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini belum bisa melewati Selat Hormuz. Kapal yang terjebak itu tak membuat pasokan energi ke tanah air berkurang.

Dia mengungkapkan dari informasi yang didapatkan sejauh ini dua kapal tanker yang belum bisa melintasi Selat Hormuz itu membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah yang bila dikonversi menjadi BBM jumlahnya tidak begitu besar.

"Kaitannya dengan tadi kapal Pertamina, itu dua kapal Pertamina yang ada di sana, yang di Selat Hormuz itu informasi yang saya dapatkan, yang disampaikan ke saya, bahwa isinya itu kurang lebih 2 juta barel crude yang kalau misalnya di-convert ya, saya tidak tahu perbandingannya, tapi kalau misalnya 1 banding 1, ya kurang lebih 2 juta barel, 2 juta barel fuel juga kan gitu kan," papar Sugiono di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan kebutuhan itu kalau misalnya disandingkan dengan kebutuhan energi kita merupakan satu kebutuhan yang relatif kecil," tegasnya lagi menekankan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya pemerintah telah mengamankan suplai BBM dari berbagai negara, tentunya yang pengirimannya tak perlu repot-repot melalui Selat Hormuz. Jumlah pasokan baru yang diamankan kapasitasnya jauh lebih besar dari besaran pasokan yang dibawa dua kapal Pertamina di Selat Hormuz.

"Keberhasilan pemerintah menjaga suplai BBM, suplai energi ini ya lebih besar daripada apa yang sekarang sedang nyangkut di Hormuz. Tanpa bermaksud mengecilkan permasalahan ini. Tapi saya ingin menempatkan ini dalam satu persepsi yang proporsional," papar Sugiono.

"Jadi perbandingannya kurang lebih seperti itu. Jadi supaya kita tidak hilang gambaran. Jangan nanti kuman di seberang lautan kelihatan tapi gajah di pelupuk mata nggak kelihatan," lanjutnya menambah.

Sebagai contoh saja, pemerintah sudah mendapat pasokan dari Rusia yang disebut Sugiono sebagai alternatif yang sangat strategis.

"Nah, negara-negara lain yang dituju tentu saja kemarin Rusia, dan saya kira juga merupakan satu alternatif yang strategis ya," kata Sugiono.

Pasokan lainnya bisa didapatkan dari Amerika Serikat (AS) karena sudah ada perjanjian dagang serta dari beberapa ladang migas milik Pertamina di berbagai negara.

Tonton juga video "Puan Minta Penjelasan BBM Nonsubsidi Naik: Kenapa dan Sampai Kapan?"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads