Harga Gula Mulai Naik Imbas Plastik Mahal

Harga Gula Mulai Naik Imbas Plastik Mahal

Retno Ayuningrum - detikFinance
Sabtu, 25 Apr 2026 08:55 WIB
Harga gula di pasar tradisional mengalami kenaikan. Di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, satu kilogram gula dijual Rp 15.000.
Di Pasar Tradisional Harga Gula Mulai Naik.Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Harga gula mulai naik imbas lonjakan harga plastik. Harga plastik meroket imbas terganggunya pasokan bahan baku plastik (nafta) karena perang Timur Tengah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) gula pasir di berbagai wilayah hingga minggu ketiga April 2026. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga pun terus bertambah.

"Gula pasir, kemarin itu (minggu kedua April) 153 kabupaten kota (kenaikan IPH), sekarang (minggu ketiga April) menjadi 171 kabupaten kota," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ateng menerangkan salah satu pendorong utama kenaikan harga gula adalah mahalnya biaya kemasan. Hal ini mengingat sebagian besar gula pasir dijual dalam kemasan plastik, kenaikan harga bahan baku plastik otomatis mengerek harga jual ke konsumen.

"Terkait dengan gula pasir tersebut, kami mengidentifikasikan salah satu pendorongnya ini dari kenaikan harga plastik, karena plastik digunakan sebagai packaging atau kemasan di gula pasir," tambah Ateng.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa memastikan langkah pemerintah telah dijalankan guna mengatasi bahan baku plastik. Pencarian sumber pasokan bahan baku plastik diharapkan segera menemui titik terang.

"Sekali lagi, pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik. Kita percayakan dulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," jelas Ketut.

Terkait kenaikan IPH gula konsumsi sampai minggu ketiga April tersebut, dalam analisis Badan Pangan Nasional (Bapanas), dari 171 daerah yang mengalami kenaikan IPH, masih terdapat 36 daerah yang memang naik IPH tapi tidak melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Dengan begitu, jumlah daerah dengan kenaikan IPH yang melebihi HAP gula berada di 135 kabupaten/kota dari total 349 daerah yang dipantau BPS. Bisa dikatakan hanya 38,7% saja daerah yang mengalami fluktuasi harga gula sampai minggu ketiga April.

Dalam pantauan Bapanas, perubahan harga gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir, baik wilayah selain Indonesia Timur maupun Indonesia Timur, memang terdapat kenaikan harga. Namun, kenaikannya masih wajar karena berkisar di 1,94% saja.

Rerata harga gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir tercatat dari Rp 18.412 per kilogram (kg) bergerak ke Rp 18.770 per kg pada 20 April. Kendati begitu, proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri April ke Mei akan mulai meningkat. Dari sekitar 58,3 ribu ton akan meningkat menjadi 276,4 ribu ton, sehingga akan mampu meredam harga.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads