Peminat Industri Tabung 3 Kg Menurun

Peminat Industri Tabung 3 Kg Menurun

- detikFinance
Senin, 29 Okt 2007 14:49 WIB
Jakarta - Peminat industri tabung baja 3 kg untuk program konversi elpiji, menurun karena harga tabung yang terlalu rendah terutama bagi investor baru.Ketika pemerintah menetapkan program konversi minyak tanah ke elpiji pada Mei 2006, semula ada 28 perusahaan yan berminat. Namun kini hanya 12 perusahaan yang sudah eksis dan 3 investasi baru yang akhirnya meneruskan investasinya.Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) mengharapkan pemerintah memberikan harga yang lebih baik. Tujuannya merangsang investor baru berinvestasi tabung elpiji di tahun 2008. Apalagi pemerintah saat ini juga tengah mempercepat waktu konversi hingga tahun 2010."Harga tabung elpiji 3 kg yang sudah ditetapkan Rp 91 ribu, bagi yang investasi baru itu kesulitan karena mereka mesti investasi mesin baru, marjinnya sangat kecil. Harga itu sama dengan harga tabung Cina," kata Ketua Umum Asitab Tjiptadi saat jumpa pers dibilangan SCBD, Jakarta, Senin (29/10/2007). Menurutnya, sesuai kesepakatan pemenang tender Rp 91 ribu itu sudah termasuk valve yang harga valvenya sendiri sudah Rp 15-16 ribu. Jadi harga tabung baja hanya sekitar Rp 75 ribu.Asitab juga mengkhawatirkan terhambatnya penyelesaian pesanan Pertamina dari 12 perusahaan yang sudah ada. Disebabkan belum selesainya pemasangan mesin baru atau tambahan investasi. Sedangkan kenaikan produksi ternyata tidak secepat yang diperkirakan dan perlu pula penyesuaian mesin dengan karyawan. Banyaknya libur panjang di tahun 2007 juga membuat produksi terganggu.Untuk itu produsen meminta agar tidak dikenakan denda atau penalti dari Pertamina dan meminta adanya delivery rescheduling sampai Februari 2008 karena kontrak selesai Desember 2007.Konversi elpiji ini jika berhasil akan membuat pemerintah berhemat (saving) Rp 15-20 triliun dalam satu tahun.Tjiptadi menjelaskan pesanan pertama 2 juta tabung baja 3 kg telah selesai pada Juli 2007. Pesanan berikutnya sebesar 10 juta harus diselesaikan akhir Desember 2007. Namun ternyata tersendat."Sehingga pada 20 September 2007 kami mengajukan surat untuk rescheduling hingga Maret 2008, namun permintaan ini belum disetujui oleh Pertamina," kata Tjiptadi.Kemudian pada 23 Oktober diadakan pertemuan dengan Pertamina dan seluruh produsen tabung baja. Diperkirakan sampai Desember 2007 hanya bisa memasok 5,5 juta tabung, yang artinya ada kekurangan 4,5 juta tabung.Sedangkan kebutuhan tahun 2008 sebesar 18-20 juta diperkirakan bisa selesai dalam waktu 10 bulan yakni Maret sampai Desember 2008."Kami optimistis 10 bulan itu bisa selesai karena perusahaan tabung sejak Januari 2008 sudah mulai naikkan kapasitasnya dan beberapa perusahaan yang pesanannya selesai Desember akan membantu menyelesaikan kekurangannya," jelas Tjiptadi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads