Tabung Elpiji di Tanjung Priok Milik Global Pacific Energy
Rabu, 31 Okt 2007 16:03 WIB
Jakarta -
Departemen Perindustrian dan Pertamina membantah jutaan tabung elpiji ukuran 3 kg yang ada di Tanjung Priok atas sepengetahuan keduanya.Baik depperin dan Pertamina mengaku tidak tahu, tabung elpiji yang dipesan Global Pacific Energy itu atas perintah siapa."Tanpa izin pemerintah tidak mungkin Pertamina menerbitkan LC impor," tegas Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal ketika dihubungi wartawan, Rabu (31/10/2007).Faisal menambahkan dalam rapat yang berlangsung hari ini justru jajaran direksi memutuskan untuk tidak ada impor seperti yang diumumkan Selasa kemarin (30/10/2007)."Kita tetap berharap industri dalam negeri tetap memenuhi kekurangan yang 4,6 juta tabung hingga akhir tahun ini," katanya.Mengenai adanya logo Pertamina di tabung tersebut, Ahmad mengatakan, sama seperti cap biasa siapapun bisa melakukannya.Menteri Perindustrian Fahmi Idris di gedung depperin Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (31/10/2007), membeberkan bahwa saat ini di Pelabuhan Tanjung Priok ada dua kontainer tabung elpiji impor ukuran 3 kg yang berada di pelabuhan tersebut sejak Senin 29 November 2007.Pemilik dari dua kontainer itu Global Pacific Energy Inc. Fahmi menilai jika proses pengadaan impor dilakukan secara normal seharusnya tabung ini baru tiba di dalam negeri paling cepat Januari 2008. Namun anehnya saat ini sudah siap diedarkan dan berada di Tanjung Priok."Tapi kok ini sudah ada ya, artinya impor ini sudah dilakukan satu setengah bulan lalu, ini patut kita pertanyakan," kata Fahmi.Fahmi mempertanyakan pihak mana yang bermain dalam hal ini. Karena Global Pacific Energy tidak masuk dalam 12 perusahaan tender yang ditunjuk Pertamina."Ini perusahaan baru, bahkan yang saya ketahui mereka belum punya dokumen pemberitahuan impor barang," ungkap Fahmi.Sementara ketua Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi menegaskan, Global Pacific Energy bukan merupakan anggota Asitab. "Saya lagi menanyakan satu per satu anggota Asitab, apakah sudah ada penawaran dari Global Pacific Energy karena dia tidak mungkin menjual langsung ke Pertamina. Yang memungkinkan dia menjualnya ke para anggota Asitab pemenang tender," tutur Tjiptadi.
(ir/ard)










































