Sekitar 700 warga dari berbagai latar belakang berkumpul di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (3/5/2026). Mereka terdiri dari tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, hingga pelaku usaha.
Dalam forum tersebut, isu penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang sektor industri, tetapi juga harus didukung pendidikan.
"Pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. Ini bagian dari upaya menuju Gresik Emas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandangan serupa disampaikan Imam Subchi. Ia menilai pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan penguatan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan.
Dalam diskusi, sejumlah narasumber juga menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah melalui DPRD. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, ulama, dan pelaku usaha untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, dibentuk kepengurusan paguyuban warga periode 2025-2028 dengan Masbukhin Pradhana sebagai ketua. Ke depan, paguyuban diarahkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berkontribusi ke sektor pendidikan, budaya, dan ekonomi.
"Semangatnya nyawiji atau bersatu. Diaspora Gresik punya potensi besar untuk ikut membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat," kata Masbukhin.
Kegiatan ini juga menjadi penanda kembali digelarnya agenda tahunan yang sempat terhenti sejak 2018. Selain mempererat jaringan, forum ini diharapkan memberi kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
(fdl/fdl)










































