APBN Tekor Rp 240 Triliun, Dijamin Tak Tembus 3% PDB

APBN Tekor Rp 240 Triliun, Dijamin Tak Tembus 3% PDB

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2026 06:30 WIB
APBN Kita
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, angka ini masih dalam kondisi terkendali.

Bendahara Negara juga menegaskan komitmennya menjaga defisit APBN di bawah batas 3% sesuai desain fiskal. Ia juga meminta agar persentase defisit APBN tidak disederhanakan dengan cara mengalikannya empat kali untuk memproyeksikan setahun penuh.

"Surplus dan defist, mencapai Rp 240,1, itu defisti, itu 0,93% dari PDB. Tapi nanti jangan dikali 4, karena setiap tahun akan beda belanjanya dan siklus incomenya beda, siklus belanjanya beda, yang jelas sepanjang tahun akan kita kendalikan di bawah 3% sesuai dengan desain APBN," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi defisit Rp 240,1 itu 0,93%. Kalo dikali 4 berapa? Orang di pasar kan gitu ngalinya empat, itu 3,6% katanya. Itu itungannya ngaco, karena APBN turun naik, income juga naik, ada siklusnya," sambung Purbaya.

Dari sisi kinerja, hingga Maret 2026 APBN disebut cukup ekspansif. Pendapatan negara tumbuh sekitar 10% sebesar Rp 574,9 triliun secara tahunan, dengan penerimaan perpajakan meningkat 14% sebesar Rp 462 triliun, dan penerimaan pajak saja mencapai Rp 394,8 triliun atau tumbuh 20,7%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, belanja negara tumbuh jauh lebih tinggi, yakni 31,4% menjadi Rp 815 triliun secara tahunan, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 1,4%. Menurutnya, hal ini menunjukkan strategi pemerataan belanja yang lebih merata sepanjang tahun.

"Belanja negara kita sampai dengan Maret tumbuh 31%, ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang tumbuh 1,4%. Ini yang saya bilang tadi pemerataan belanja sepanjang tahun," tutup Purbaya.

(ily/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads