Program Konversi Datang, Kompor Minah Ditinggalkan

Program Konversi Datang, Kompor Minah Ditinggalkan

- detikFinance
Minggu, 04 Nov 2007 12:01 WIB
Jakarta - Meskipun program konversi minyak tanah alias minah ke elpiji masih menghadapi lika-liku masalah, tapi masyarakat sudah mulai meninggalkan kompor minah karena khawatir kesulitan mencari minah.Pantauan detikFinance, Minggu (4/11/2007) di sentra penjualan kompor minah di Jalan Dewi Sartika, Jakarta, hampir seluruh penjual mengeluh menurunnya penjualan akibat adanya program konversi tersebut."Penjualan kompor minyak tanah anjlok sampai 75 persen dibanding sebelum ada program itu. Antisipasinya, kami mulai beralih menjual kompor gas dengan menyiapkan stok naik 50 persen," ungkap Zulfajri pemilik toko Eli.Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik toko Sumber Jaya dan pemilik toko Ratu Damai. Mereka mengakui penjualan kompor minah turun hingga 50 persen. Meskipun demikian, mereka belum berani menyetok secara besar kompor gas, karena melihat proses konversi yang masih labil. Sehinga menunggu permintaan pasar, apakah terjadi lonjakan permintaan kompor gas atau tidak."Kami tetap akan berjualan kompor minyak tanah. Kami yakin masih ada orang yang cari kompor minyak tanah meskipun sudah tidak umum lagi. Tapi memang rata-rata yang ke sini carinya kompor gas," ujar Jack pemilik Toko Ratu Damai. (arn/sss)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads