Begini Peluang Pengembangan Ekosistem Taksi Terbang di RI

Begini Peluang Pengembangan Ekosistem Taksi Terbang di RI

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2026 20:00 WIB
Penumpang berada di dalam taksi udara saat uji terbang berpenumpang EHang 216 S di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (25/6/2025).Kendaraan taksi udara tanpa awak kemudi dengan tenaga baterai listrik tersebut mampu menempuh jarak terbang hingga
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Jakarta -

Whitesky Group mendorong pemanfaatan sistem transportasi pintar atau Intelligent Transport System Indonesia (ITS) dalam pengembangan taksi terbang atau Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia maupun kawasan regional. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem UAM.

Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menilai Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain utama pengembangan UAM di kawasan Asia Tenggara. Hal ini bisa dicapai dengan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem UAM yang berkelanjutan dan jangka panjang.

"Dengan karakter geografis Indonesia dan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, peluang pengembangan Urban Air Mobility di Indonesia sebenarnya sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem yang terintegrasi dan siap berkembang dalam jangka panjang," ujar Denon dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemanfaatan ITS di Indonesia dapat menjadi salah satu motor pendorong integrasi sistem transportasi masa depan, termasuk pengembangan UAM. Menurutnya, konsep ITS di Indonesia memiliki keselarasan dengan visi UAM yang tengah dikembangkan Whitesky Group.

ADVERTISEMENT

"ITS Indonesia sejalan dengan konsep Urban Air Mobility yang kami dorong selama ini. Ke depan, sistem transportasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling terhubung agar mobilitas masyarakat bisa lebih efisien dan adaptif," jelasnya.

Ia menilai, pengembangan UAM tidak sebatas tentang transportasi udara perkotaan, tetapi juga mencakup penciptaan sistem mobilitas yang mampu menjawab tantangan urbanisasi, konektivitas, dan efisiensi di masa depan. Ia optimistis ITS dapat menjadi komponen penting dalam memenangkan market UAM di tingkat regional.

Menurutnya, Indonesia memiliki kombinasi unik antara kebutuhan mobilitas, pertumbuhan teknologi, dan kondisi geografis yang menjadi keunggulan dalam pengembangan UAM. Dalam hal ini, ITS dapat menjadi key enabler dalam membangun industri transportasi masa depan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.

"Indonesia bukan hanya market, tetapi memiliki potensi untuk menjadi key player dalam industri transportasi masa depan di kawasan," pungkasnya.

(ahi/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads