Subsidi BBM 2007 Membengkak Hingga Rp 91 Triliun
Senin, 05 Nov 2007 13:42 WIB
Jakarta - Realisasi subsidi BBM tahun 2007 membengkak hingga Rp 91 triliun dari APBNP 2007 yang sebesar Rp 55 triliun. Pembengkakan ini dipicu harga minyak yang terus naik hingga menembus US$ 96 per barel. Kenaikan harga minyak dunia ini mengerek kenaikan Indonesia Crude Price sampai ke level US$ 72 per barel. Padahal di APBNP asumsi harga minyak yang digunakan hanya US$ 60 per barel. "Realisasi subsidi BBM naik jadi sekitar Rp 89-91 triliun, karena ICP nya jadi US$ 72 per barel," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela-sela kongres 'Renewable Energy' di Hotel Hyatt, Jakarta, Senin (5/11/2007). ICP merupakan harga yang digunakan pemerintah sebagai patokan impor minyak, termasuk untuk BBM. Tingginya harga ICP membuat disparitas harga keekonomian dan harga subsidi ke masyarakat semakin besar. Akibatnya, subsidi yang ditanggung negara untuk memenuhi disparitas harga itu pun makin besar.Selain itu, realisasi subsidi listrik diperkirakan juga membengkak dari Rp 32,24 triliun di APBNP 2007 menjadi Rp sekitar 50 triliun.
(lih/qom)











































