Mendag Bakal Panggil Pengusaha Logistik Imbas Biaya Mahal

Mendag Bakal Panggil Pengusaha Logistik Imbas Biaya Mahal

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2026 18:33 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso
Menteri Perdagangan Budi Santoso.Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons keluhan pelaku usaha terkait tingginya biaya logistik. Budi akan memanggil asosiasi pengusaha logistik untuk mencari solusi agar harga produk dalam negeri bisa lebih bersaing.

Keluhan ini awalnya disampaikan Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia, Fera Umbara dalam acara Ngobrol Produk Indonesia sore ini.

Ia menyoroti Harga Pokok Penjualan (HPP) pengusaha lokal yang seringkali kalah saing akibat tingginya ongkos kirim antar-pulau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya HPP kan selalu kalah gitu ya. Karena kita kan negara kepulauan. Kalau biaya logistik kita mahal. Ada solusi apa ya supaya maksudnya mungkin kita punya harga bisa lebih bersaing?" ujar Fera dalam acara tersebut di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Menanggapi hal itu, Budi mengakui Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor logistik. Kondisi ini kian diperparah dengan situasi global yang tidak menentu.

ADVERTISEMENT

"Memang itu problem kita karena salah satunya kita negara kepulauan. Tapi kita (upayakan) terus ya. Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik," ujar Budi.

Selain itu, menurut Budi, persoalan logistik merupakan Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pemerintah. Namun, ia menekankan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa masukan teknis dari para pemain di lapangan.

"Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik. Karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik. Tapi itu PR kita," tambah Budi.

Budi menambahkan, akan memanggil pelaku usaha untuk berdiskusi lebih mendalam. Ia ingin mendalami kendala apa saja yang membuat distribusi barang di Indonesia tidak efisien.

"(Kita) akan ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan kan mengalami ya secara teknis kendalanya apa. Nanti kita diskusi bareng-bareng. Tapi kan ada tadi kami sudah sampaikan ketemu saja di kantor, karena kan waktunya di sini enggak cukup ya. Nanti kita ngobrol," jelas Budi.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads