Pemerintah akan Kurangi Jatah Premium dan Minah Bersubsidi

Pemerintah akan Kurangi Jatah Premium dan Minah Bersubsidi

- detikFinance
Selasa, 06 Nov 2007 08:29 WIB
Jakarta - Akibat realisasi subsidi BBM yang naik hampir dua kali lipat, pemerintah akan mengurangi volume BBM bersubsidi. Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, tinggal itu cara satu-satunya. Menurutnya ada tiga opsi bagi pemerintah menghadapi kenaikan subsidi BBM. Menaikkan harga BBM subsidi, mengurangi volume BBM subsidi dan kombinasi keduanya. "Tapi kalau opsi satu sejauh ini tidak akan kita lakukan, berarti opsi tiga juga tidak. Berarti tinggal opsi dua," katanya disela-sela pembukaan 'International Investment Summit' di JCC, Jakarta, Senin malam (5/11/2007). Ia menjelaskan, untuk pengurangan volume BBM bersubsidi, arena bertarungnya adalah premium dan minyak tanah (minah). "Kalau volume paling banyak di premium, tapi kalau disparitas harga subsidi ada di kerosin (minyak tanah). Jadi battle field kita di premium dan kerosin. di transportasi dan rumah tangga," katanya. Ia menampik kemungkinan terjadinya kelangkaan dengan adanya pengurangan volume BBM subsidi. "Mengurangi volume bisa terjadi kelangkaan kalau tidak diganti volume lain. Tapi sekarang kita jalankan minyak tanah diganti elpiji," katanya.Begitu juga untuk listrik. Satu-satunya cara mengurangi subsidi listrik adalah dengan mengurangi penggunaan BBM untuk pembangkit listrik. "Satu-satunya yang bisa kta lakukan adalah penghematan habis-habisan, tapi listrik masa depannya lebih bagus dan jelas karena ada program 10 ribu MW," katanya. Purnomo menambahkan, pihaknya sudah mengajukan rekomendasinya pada tim khusus yang membahas subsidi. Dan jika ada kelebihan realisasi subsidi, maka akan dibahas di APBNP 2008. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads