KAI Diminta Segera Tutup Perlintasan Liar

KAI Diminta Segera Tutup Perlintasan Liar

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2026 13:06 WIB
Sejumlah pengendara menyebrangi jalur perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Tragedi kecelakaan KRL di Bekasi Timur menjadi sorotan serius terhadap keselamatan perlintasan sebidang yang hingga kini mas
Ilustrasi/Sejumlah pengendara menyebrangi jalur perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Jakarta, Selasa (28/4/2026)/Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional. Hal itu merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor transportasi kereta api di Indonesia.

Pernyataan Doni disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero), pada Rabu (3/6) kemarin.

"Perkembangan panjang dan kapasitas jaringan rel merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kemajuan sektor perkeretaapian nasional. Oleh karena itu, data yang akurat dan transparan menjadi landasan penting dalam proses pengawasan dan perumusan kebijakan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan Perlintasan Liar

Doni menambahkan, dirinya mendukung berbagai program strategis yang dijalankan KAI dan INKA. Dukungan tersebut meliputi percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar, pengamanan jalur perlintasan prioritas, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Doni lalu mendorong dukungan pembiayaan untuk penyediaan petugas penjaga perlintasan, gardu, palang pintu, sirine, CCTV, serta perangkat keselamatan lainnya.

ADVERTISEMENT

"Modernisasi sistem keselamatan operasional melalui penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP), penguatan infrastruktur rel dengan standar axle load yang lebih tinggi, serta pemanfaatan teknologi proteksi perjalanan kereta api yang lebih modern harus disegerakan agar tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api seperti di Bekasi yang lalu," tuturnya.

Peremajaan Armada

Selain itu, Doni mempertanyakan strategi perusahaan dalam mengelola sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. Ia meminta penjelasan mengenai efektivitas program peremajaan armada, masa pakai setelah rehabilitasi, serta pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, maupun penggantian sarana secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam aspek adopsi program dan inovasi terakit dengan program Battery Electric Multiple Unit (BEMU), diperlukan paramater yang jelas tentang efisiensi implementasi berbagai inovasi. Setiap adopsi teknologi baru harus mampu memberikan manfaat nyata berupa peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas layanan transportasi publik," tandasnya.

Doni juga meminta agar laporan keuangan dan kinerja perusahaan disampaikan secara lebih komprehensif sehingga DPR dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi keuangan, efektivitas investasi, dan prospek pengembangan perusahaan ke depan.

"Saya berharap sektor perkeretaapian nasional dapat berkembang lebih modern, aman, efisien, dan mampu menjadi tulang punggung transportasi sekaligus penggerak pertumbuhan industri nasional," katanya.

Tonton juga video "KAI Catat Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Sepanjang 2025"

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads