RI Tak Usulkan Kenaikan Produksi dalam Pertemuan OPEC
Selasa, 13 Nov 2007 13:32 WIB
Gianyar - Indonesia belum berencana mengusulkan kenaikan produksi minyak dalam pertemuan OPEC di Riyadh pada 17-18 November mendatang. Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, kenaikan harga minyak masih memberikan dampak positif di sisi penerimaan negara meski target produksi minyak tidak tercapai. "Produksi minyak kita memang hanya 96% dari sasaran, tapi dengan dengan kenaikan harga, harga itu 118% dari sasaran," katanya disela-sela peresmian BioSOlar dan BioPertamax di SPBU Gianyar, Bali, Selasa (13/11/2007). 12 negara anggota OPEC akan mengadakan pertemuan pada pekan ini ditengah ancaman lonjakan harga minyak mentah dunia. OPEC kini sedang menghadapi tekanan untuk meningkatkan produksi guna meredam harga minyak. Produksi OPEC menguasai sekitar 40% dari total suplai produksi dunia. Menteri perminyakan Arab Saudi Ali al-Nuaimi kepada Financial Times menyatakan bahwa penambahan kuota produksi sama sekali tidak akan dibahas dalam pertemuan tersebut."Sama sekali tidak akan ada diskusi itu," tegas Nuaimi.Sementara pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet turun hingga 1,7 dolar ke level US$ 94,62 per barel.
(lih/qom)











































