RI Masih Kekurangan Enterpreneur

RI Masih Kekurangan Enterpreneur

- detikFinance
Kamis, 15 Nov 2007 12:32 WIB
Jakarta - Dengen jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia ternyata baru memiliki sekitar 450 ribu orang atau hanya 0,18 persennya yang menjadi enterpreneur atau wiraswastawan. Padahal standar jumlah enterpreneur adalah 2%.Hal tersebut disampaikan pemilik kelompok usaha Ciputra Group, Ciputra dalam workshop dua hari bertajuk "Wirausaha Muda Mandiri", di gedung Annex Building, Jl. H Agus Salim, Jakarta (15/11/2007)."Jumlah enterpreneur di Indonesia jauh dibawah standar, yaitu hanya sekitar 450 ribu orang atau kurang lebih 0,18% dari total populasi penduduk Indonesia," kata Ciputra.Ciputra membandingkan di Singapura saja memiliki enterpreneur sekitar 7% dari total populasinya yang hanya 40 juta penduduk."Hal ini berpengaruh signifikan terhadap rasio kredit macet. Ada Rp 6 Triliun kredit macet di sektor UKM yang dikucurkan oleh 4 bank pemerintah. Salah satu sebabnya adalah kurangnya pendidikan enterpreneur di Indonesia," kata Ciputra.Ia menyatakan, salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan di Indonesia yang hanya fokus pada penciptaan tenaga kerja, bukan menciptakan enterpreneur-enterpreneur yang potensial."Setiap tahun, lembaga-lembaga pendidikan menghasilkan pengangguran, karena mereka tidak didorong untuk menjadi pelaku wirausaha," imbuh pengusaha gaek ini.Padahal, ia menekankan, di banyak sektor Indonesia termasuk dalam ranking 10 besar penghasil tembaga, emas, natural gas, nikel, karet, dan batubara."Jika kita memiliki banyak enterpreneur yang potensial, seharusnya Indonesia bisa menjadi pemain internasional yang diakui," tegasnya.Tergerak oleh masalah tersebut, Ciputra pun mendirikan Ciputra Foundation yang bertujuan untuk mendorong lembaga pendidikan memberikan pendidikan enterpreneur kepada siswa-siswinya."Program kita antara lain: mempersiapkan modul pengayaan enterpreneurship di kurikulum nasional, mengembangkan kurikulum enterpreneurship di universitas Ciputra, dan mengadakan pelatihan 3 bulan kepada masyarakat," papar Ciputra.Tujuannya, mendorong munculnya enterpreneur-enterpreneur yang potensial untuk masuk ke dunia bisnis, pemerintahan, akademik dan sosial. (dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads