Kerjasama CBI Tingkatkan Kapasitas UKM

Laporan dari Rotterdam

Kerjasama CBI Tingkatkan Kapasitas UKM

- detikFinance
Jumat, 16 Nov 2007 02:58 WIB
Kerjasama CBI Tingkatkan Kapasitas UKM
Rotterdam - Kapasitas usaha kecil menengah (UKM) Indonesia masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki, agar lebih kompetitif dalam bersaing merebut pasar luarnegeri, terutama ke Belanda dan Uni Eropa (UE).Hal itu menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sudah disadari oleh pemerintah dan membawa soal ini untuk mendapatkan perhatian dari mitra di Belanda, berupa bantuan peningkataan kapasitas untuk mereka."Pemerintah sudah menaruh perhatian untuk meningkatkan kapasitas mereka, terutama dari sisi kualitas, dengan program-program fasilitasi. Di antaranya Letter of Commitment (LoC) yang diteken dengan CBI hari ini (kemarin, red) kita harapkan dapat membantu UKM untuk meningkatkan kapasitas," papar Mari.CBI (Pusat Promosi Impor Belanda dari Negara-negara Berkembang) adalah lembaga yang memiliki bidang garap antara lain mengembangkan kemampuan negara-negara berkembang dalam melakukan ekspor ke Belanda dan Uni Eropa.Mari menambahkan bahwa CBI akan membantu promosi produk UKM Indonesia, dengan memahami selera, syarat, kualitas, packaging (kemasan) yang diinginkan pasar Belada dan memberikan pelatihan untuk SDM di Indonesia. Dulu sebelum 90-an, kerjasama dengan CBI tersebut pernah berjalan, tapi setelah ada pemutusan hubungan bilateral pada 1991 kerjasama tersebut sempat terhenti. Menurut Mari, semua UKM yang mendaftarkan diri melalui BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional, red) dapat mengikuti pelatihan ini. "Namun kita belum pastikan syaratnya apa. Tapi yang paling praktis untuk kita lakukan adalah memilih beberapa sektor dan selama ini kita telah punya database dari UKM-UKM yang pernah ikut pameran kita yang berpotensi untuk ekspor. Mungkin mereka dulu yang akan diprioritaskan untuk ikut pelatihan," ujar Mari.Mari memastikan bahwa untuk sektor handicraft jelas dari pengusaha kecil. Sedangkan untuk sektor furniture dan hortikultura itu lebih banyak dari kalangan pengusaha menengah. "Pendanaannya berasal dari bantuan pemerintah Belanda dan sebagian dari APBN kita," tandas doktor bidang International Trade, Finance & Monetary Economics dari Universitiy of California itu. Sementara itu untuk memanfaatkan hubungan Belanda-Indonesia yang sangat baik saat ini, menurut Mari, adalah dengan menggaet investasi. Intinya kalau bisa ada investasi dari Belanda untuk berbagai sektor, termasuk produk pangan, di mana mereka melakukan investasi dengan tujuan mengekspor kembali ke Belanda. "Itu biasanya akan lebih mudah, karena mereka memahami persyaratannya dan merekalah yang nanti akan membina. Apakah dengan melakukan produksi sendiri atau mengembangkan sekelompok UKM. Dan mereka nanti yang mengeskpor ke Belanda," demikian Mari. (es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads