Cerita Kancil Yang Gagal Jadi Merek Mobil Toyota

- detikFinance
Jumat, 16 Nov 2007 17:11 WIB
Jakarta - Keberedaan mobil Toyota di Indonesia sudah berlangsung selama 30 tahun. Dalam perjalanannya Toyota ternyata pernah ingin menamakan merek mobilnya dengan Kancil bukan Kijang.Kisah pemilihan nama Kancil itu terungkap dalam peluncuran perjalanan 3 dasawarsa Toyota di Indonesia."Sebenarnya dulu ada dua opsi nama produk ini, yaitu kancil atau kijang. Namun, karena di Indonesia kancil memiliki konotasi negatif, maka akhirnya dipilih nama Kijang," kata Presdir Toyota Astra Motor, Johnny Dharmawan.PT Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan buku berjudul 'Meniti Tali Generasi', di Pondok Indah Mal II, Jakarta (16/11/2007). Buku tersebut berisi gambar serta cerita perjalanan Kijang, yang merupakan produk unggulan Toyota selama 30 tahun.Hadir dalam peluncuran tersebut, Presdir Toyota Indonesia Johny Darmawan, VP Toyota Shinji Fuji, Dept Head Communication Toyota, Achmad Rizal, dan CEO Kompas Gramedia, Agung Adi Prasetyo, selaku penerbit.Acara ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 16-18 November 2007. Selain peluncuran buku, juga diadakan fashion show dan pameran foto untuk menarik minat pengunjung.Dalam buku tersebut, sebagaimana gambarkan perjalanan sejak awal Kijang diperkenalkan di Indonesia. Kijang pertama kali hadir di Indonesia dalam Jakarta Fair 1975, yang dalam acara itu diperkenalkan prototipe Kijang.Sementara hari lahir Kijang, terhitung sejak press conference yang diadakan di Ballroom Hotel Hilton pada 1977.Saat ini Kijang telah sampai pada generasinya yang kelima, yaitu Kijang Innova. Generasi-genarasi sebelumnya antara lain Kijang Super dan Kijang Kapsul."Sebenarnya, tipe ini memiliki berbagai nama, tergantung negara yang memproduksinya. Namun, untuk generasi kelima ini, kita menggunakan nama yang sama di setiap negara, yaitu Innova," kata Johny.Untuk cetakan pertama buku, ini hanya dicetak 1.000 eksemplar dengan harga Rp 300 ribu rupiah."Harga tersebut memang agak mahal, tapi untuk menyusun buku ini, membutuhkan daya usaha yang cukup besar. Tim penyusun kita berkeliling ke pelosok-pelosok, untuk mencari foto dan tipe-tipe kijang yang bervariasi. Untuk pecinta Kijang, saya yakin akan membeli buku ini," kata Johny.

(ir/qom)