Muncul Anomali Harga Sawit, Mentan Surati Polri Minta Diusut

Muncul Anomali Harga Sawit, Mentan Surati Polri Minta Diusut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2026 17:27 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi dadakan (sidak) di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat (1/5). Dalam sidak tersebut Amran menemukan benih kelapa yang tidak layak.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan telah terjadi anomali pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Anomali terjadi karena harga TBS sempat anjlok imbas pengumuman aturan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Amran mengatakan dirinya sudah meminta kepada ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk menaikkan harga belinya. Pihaknya bahkan meminta langsung kepada Kepolisian RI untuk mengawal arahan tersebut kepada seluruh PKS.

Sampai saat ini masih tersisa 130 dari 1.900 perusahaan di sektor sawit yang belum melakukan penyesuaian harga TBS. Angka itu turun signifikan dibandingkan pekan lalu yang mencapai 274 perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami sampaikan yang 274 kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Ditkrimsus ditindaklanjuti," ungkap Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

"Dengan surat itu, tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS," lanjutnya menjelaskan.

Dia mengatakan satu minggu ke depan harga TBS kelapa sawit akan kembali pulih. Amran menjamin aturan ekspor satu pintu lewat BUMN PT DSI tidak akan mengganggu harga TBS.

"Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insyaallah ke depan dengan satu pintu ini harga TBS ke depan lebih baik," ujar Amran.

Amran mengaku sudah lapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai anomali harga TBS kelapa sawit. Sebab harga TBS turun ketika harga CPO naik dan juga penguatan nilai tukar Dolar AS.

"Saya katakan kepada beliau ini anomali. Nah ini anomali, harga CPO dunia naik, Dolar menguat kurang lebih 10%, harga CPO naik tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal," ujar Amran.

Dia juga mengultimatum agar PKS di Indonesia tidak memainkan harga TBS, sebab banyak petani plasma yang bergantung hidupnya pada penjualan hasil bumi kelapa sawit.

"Nah ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta. Kita harus, Bapak Presiden arahkan berpihak pada petani-petani plasma sawit," kata Amran.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads