PBB Lanjutkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

PBB Lanjutkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2026 16:25 WIB
Vessels at the Strait of Hormuz, as seen from Musandam, Oman, June 18, 2026. REUTERS/Stringer
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta -

Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa akan segera melanjutkan upaya evakuasi kapal-kapal yang sempat terjebak di Selat Hormuz, setelah kemarin sempat dihentikan sementara karena sebuah kapal berbendera Singapura diserang.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan berbagai negara khususnya Oman, Amerika Serikat (AS), dan Iran untuk melanjutkan evakuasi ratusan kapal dan ribuan pelaut yang masih terdampar di Selat Hormuz.

"Begitu saya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal itu, kami siap untuk memulai kembali proses evakuasi," katanya dalam sebuah konferensi pers virtual, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan, proses evakuasi ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terlebih mengingat bagaimana saat ini tensi antara AS dengan Iran sedang sangat tinggi dengan risiko saling serang. Untuk itu, Dominguez mengatakan bahwa IMO terus melakukan kontak utamanya di Iran melalui otoritas maritim dan kementerian luar negeri negara tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya perlu mempertahankan pendekatan positif bahwa kemajuan sedang dicapai dalam keseluruhan konflik dan setidaknya kapal-kapal juga berlayar dengan aman," ujar Dominguez.

IMO menyiapkan dua jalur untuk berlayar keluar melalui selat tersebut, yaitu melalui perairan Iran di utara atau perairan Oman di selatan. Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diadopsi oleh IMO pada 1968 menetapkan jalur rute melalui perairan Iran dan Oman di selat tersebut, namun bagian tengah jalur perairan strategis ini sedang tidak dapat digunakan karena terdapat sekitar 80 ranjau yang membahayakan kapal.

"Diperlukan beberapa minggu sebelum kita dapat mengevakuasi lebih dari 500 kapal yang masih perlu dievakuasi. Semakin cepat kita dapat melanjutkan operasi, tentu saja, semakin cepat kita dapat mulai meningkatkan jumlah personel hingga evakuasi selesai," jelas Dominguez.

PBB Sempat Hentikan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

Sebelumnya IMO sempat mengatakan pada hari Kamis (26/6) bahwa mereka akan menghentikan sementara inisiatif evakuasi kapal di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil menyusul laporan sebuah kapal kontainer berbendera Singapura yang dioperasikan oleh Evergreen Taiwan mendapatkan serangan.

Laporan serangan ini pertama kali diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Kapal tersebut melaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya sekitar 14 km (7,5 mil laut) di sebelah tenggara pelabuhan Dahit, Oman, tambah badan angkatan laut Inggris.

Sumber keamanan maritim lainnya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kapal tersebut kemungkinan besar menjadi sasaran drone, meski belum jelas siapa yang melakukan serangan tersebut.

"Saya telah memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan (rencana evakuasi) guna menegaskan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan semua kapal di wilayah tersebut," kata Dominguez dalam sebuah pernyataan.

IMO menegaskan evakuasi kapal dan kargo yang tertahan di Selat Hormuz akan dilanjutkan kembali jika situasi dipastikan aman. Padahal sebelum penangguhan dilakukan, sekitar 115 kapal dan 2.500 pelaut berhasil berlayar melewati selat tersebut.

Halaman 2 dari 2
(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads