Utang pemerintah yang senilai US$ 148,46 miliar ini terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar US$ 60,94 miliar atau 40,7 persen serta Surat Utang Negara (SUN) sebesar US$ 87,52 miliar atau 59,3 persen.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat mengatakan bahwa sampai dengan akhir 2007 diperkirakan persentase SUN akan bertambah menjadi 60 persen dari total utang pemerintah.
"Kita lebih mencari pembiayaan dari pasar, karena kalau pemerintah bergantung kepada pembiayaan dari pasar maka pemerintah akan mengembangkan pasar dalam negeri dan memperkuatnya, seperti ORI kita ingin mengubah masyarakat dari saving oriented menjadi investment oriented," tuturnya.
Sementara itu, hingga akhir Oktober 2007 persentase stok utang pemerintah terhadap PDB menurun dari 39 persen di 2006 menjadi 36 persen dari PDB di akhir Oktober 2007.
Rahmat mengatakan bahwa pada 2009 pemerintah optimistis rasio utang terhadap PDB bisa mencapai 31,8 persen.
"Pembayaran bunga pinjaman luar negeri hingga akhir Oktober 2007 berkurang menjadi US$ 1.473 juta dari US$ 2.255 juta di 2006, untuk biaya juga jauh berkurang menjadi US$ 12 juta di akhir Oktober 2007 dari US$ 25 juta di 2006, hal ini memperlihatkan bahwa beban utang pemerintah menurun karena kita mengurang pinjaman komersial dari pinjaman luar negeri," paparnya. (dnl/ir)










































