Demikian dikatakan Research and Analyst Manager Coldwell Banker Commercial Dwi Novita Yeni dalam acara Jakarta Property Market Review di Kawasan Bisnis Granadha, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/11/2007).
Dwi menjelaskan penyerapan ruang kantor kuartal ketiga 2007 tercatat sebesar 86.62 m2 naik 73,9 persen dibanding kuartal sebelumnya. Penawaran baru berasal dari lokasi sekunder sebesar 52 ribu m2 atau turun 32,33 persen dibanding kuartal lalu. Di lokasi sekunder transaksi sewa tercatat di Permata Tower, Honey Lady Tower dan Wisma Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sektor ritel tambahan pasokan baru 54 ribu m2 turun 60 persen dibanding kuartal sebelumnya. Pasokan baru berasal dari Summarecon Mal, Serpong dan Supermal Karawaci Extension. Pasokan keseluruhan naik 2,83 juta m2.
Sebanyak 71.692 m2 ruang ritel terserap selama kuartal ketiga-2007 atau turun 47,81
persen dibanding kuartal sebelumnya sehingga total penyerapan sebesar 2,55 juta m2. Harga sewa ruang ritel turun 6,45 persen di lokasi pimer berkisar Rp 300 ribu- Rp 1,1 juta m2 untuk lantai dasar dan Rp 200 ribu-RP 850 ribu untuk lantai atas.
"Perkiraan kedepan pembangunan ruang ritel masih terus berlanjut seiring prluasan jaringna hipermarket dan peningkatan pendapatan perkapita penduduk,"terang Dwi.
Untuk kondominium penurunan suku bunga kredit pemilikan apartemen memberikan kontribusi penyerapan yang tercatat 875 unit meningkat 27 persen dibanding kuartal sebelumnya, harga jual stabil berkisar 4,8 juta-18juta per m2.
Sedangkan apartemen tidak terdapat tambahan pasokan total stok tetap pada posisi 11.036 unit. penyerapan apartemen tercatat 41 unit naik 13,89 persen dibanding kuartal sebelumnya.
"Beberapa proyek apartemen dijadwalkan selesai di kuartal empat 2007 yang akan menekan harga sewa di tingkat hunian," ungkap Dwi.
Untuk sektor industrial tidak terdapat pasokan baru sehingga kumulatif pasokan tetap pada 7.472 hektar.
"Penyerapan turun 75,26 persen atau hanya sekitar 10,8 hektar, harga jual lahan naik sebesar 2,44 persen yakni Rp 360 ribu-Rp 1.160.000 per m2 di daerah industri Jabodetabek," kata Dwi. (arn/ir)











































