Pada perdagangan Rabu (21/11/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Januari sudah menembus US$ 99,29 per barel.
Harga tersebut berarti mengalahkan rekor yang tercapai pada 7 November pada US$ 98,62 per barel. Pada perdagangan kemarin di New York, harga minyak ditutup pada US$ 98,03 per barel.
Harga minyak sejak kemarin sudah membubung setelah dolar AS ambles ke level terendahnya terutama atas euro. Selain itu harga melambung dipicu oleh kecemasan ketatnya suplai.
"Harga minyak kembali naik, setelah dolar mencapai level terendahnya terhadap euro dan juga terhadap beberapa mata uang utama lainnya," ujar analis dari Sucden, Michael Davies seperti dikutip dari AFP.
Euro pada perdagangan kemarin melonjak ke level yang tak pernah terbayangkan di 1,4853 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4665 dolar. Amblesnya dolar AS itu sebelumnya sempat menimbulkan keprihatinan para negara anggota OPEC. Dalam pertemuannya pekan lalu, pemimpin negara-negara OPEC telah memutuskan untuk memerintahkan para menteri keuangannya untuk mengkaji perubahan denominasi dolar untuk transaksi minyaknya.
(qom/qom)











































