Demikian dikatakan Ketua Umum Gapki Akmaluddin Hasibuan disela-sela dengar pendapat dengan KPPU di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (21/11/2007).
"Merger itu hanya akan menciptakan efisiensi manajemen, kita siap kompertisi, mereka tidak mungkin menetapkan harga, saya rasa tidak ada pengaruhnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akmaluddin mengatakan yang terpenting adalah pemerintah harus segera menyiapkan pola dalam struktur industri CPO Indonesia agar tidak hanya menjadi supplier. Pemerintah diminta mengeluarkan kebijakan yang mendorong produsen CPO untuk mengolah CPO-nya di dalam negeri dan tidak gampang mengubah-ubah kebijakan CPO dalam negeri.
Harga CPO 2008 Turun
Dalam kesempatan yang sama Akmaluddin kembali menegaskan di tahun 2008 harga CPO akan terus terkoreksi. Harga CPO tahun depan akan kembali ke level US$ 700-800 per ton dari titik tertinggi saat ini di atas US$ 940 per ton akibat menurunnya daya beli pasar.
Akmaluddin juga menilai harga CPO tidak akan menembus US$ 1.000 per ton karena harga CPO hari ini sudah menunjukkan penurunan dibanding harga tertinggi kemarin US$ 947 per ton.
"Tapi terkoreksinya pasar masih melihat kondisi harga minyak dunia karena sangat terkait pergerakan harganya. Kita harapkan saja di tahun depan kondisi di Timur Tengah membaik sehingga minyak dunia kembali normal," ujarnya.
(ard/ir)











































