Danantara Ungkap Alasan Daud Joseph Mundur Jadi Dirut Pos Indonesia

Danantara Ungkap Alasan Daud Joseph Mundur Jadi Dirut Pos Indonesia

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2026 12:05 WIB
Badan investasi Danantara menempati kantor baru yang berlokasi di bekas Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia buka-bukaan alasan Daud Joseph mundur dari jabatan Direktur Utama PT Pos Indonesia. Danantara telah menerima surat pengunduran diri Daud pada Senin 29 Juni 2026 yang lalu.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Rohan Hafas mengatakan Daud telah 3 bulan ini memimpin reformasi di PT Pos Indonesia. Dia ditugaskan melakukan reformasi terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.

Rohan menjelaskan Daud menilai perusahaan membutuhkan figur pemimpin yang lebih cocok untuk memimpin agenda transformasi berikutnya dari PT Pos, maka dari itu Daud mengajukan pengunduran diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise (keahlian) yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," ujar Rohan dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menyampaikan Danantara menghormati keputusan pengunduran diri Daud Joseph dan akan segera menyiapkan pemimpin baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi PT Pos Indonesia.

"Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut," kata Daud.

Di satu sisi, Rohan menjelaskan bahwa Danantara saat ini sedang melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia. Dari proses due dilligence dan evaluasi yang berjalan, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Selain itu, Danantara juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan. Menurut Rohan temuan itu sudah termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang kini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum," terang Rohan.

"Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," sambungnya.

Dalam keterangan tertulis PT Pos Indonesia yang diterima detikcom, Daud Joseph resmi mengundurkan diri mulai kemarin Kamis 2 Juli 2026. Daud mengundurkan diri karena alasan pribadi yang tidak dijelaskan rinci.

"PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Direktur Utama, Daud Joseph telah menyampaikan permintaan pengunduran diri dari jabatannya pada tanggal 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujar Iwan Gunawan, Corporate Secretary PT Pos Indonesia.

Perusahaan menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

(hal/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads