Kopdes Salurkan Barang Subsidi, Untung Nggak?

Kopdes Salurkan Barang Subsidi, Untung Nggak?

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2026 17:17 WIB
Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Larangan Selatan, Kota Tangerang, Selasa (14/4/2026). Kemenkop menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopdesKel) Merah Putih beroperasi pada Agustus 2026.
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKM) didorong untuk menjual barang-barang subsidi, seperti pupuk bersubsidi hingga LPG 3kg. Lantas apakah KDKMP bisa mencetak untung jika menjual barang-barang subsidi itu?

KDKMP tetap dirancang sebagai entitas bisnis yang berkelanjutan. Selain barang subsidi, Menkop Ferry Juliantono mengatakan KDKMP nantinya akan menggerakkan sektor ritel dengan menjual produk kebutuhan pokok, termasuk memberdayakan hasil produksi UMKM lokal.

"Ada barang kebutuhan pokok ini kita mendorong produk-produk UMKM lokal yang akan dijual di gerai-gerai Koperasi Merah Putih. Yang belum bisa diproduksi sendiri ya tentu kita bekerja sama dengan pabrikan dan atau prinsipal gitu," ujar Ferry saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memastikan kehadiran KDKM tidak mematikan toko kelontong di daerah-daerah. Justru, toko kelontong dapat mengambil pasokan barang dari KDKMP.

ADVERTISEMENT

"Ya nggak dong, kalau kita ngambil dari pabrikan kan kita bisa menjual ke pasar tradisional, ke toko kelontong, dan sebagainya," terang ia.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menambahkan meskipun menjual barang subsidi seperti gas LPG 3 kg, koperasi tetap akan mendapatkan margin keuntungan. Ia memastikan bahwa model bisnis yang diterapkan tetap menjaga keberlangsungan koperasi.

"Yang namanya bisnis pasti ada margin. Nggak mungkin melakukan sesuatu yang tidak ada bisnisnya itu namanya sosial," kata Farida.

Farida mencontohkan, posisi KDKMP nantinya akan berperan sebagai pangkalan resmi. Dengan menjadi pangkalan, koperasi mendapatkan akses harga yang lebih murah dibandingkan harga yang selama ini beredar di pasar bebas yang kerap tidak stabil.

"Tapi bahwasannya kemudian, kalau sekarang kan gas LPG 3kg itu kan beragam di sana. Ada yang Rp 18.000, ada Rp 20.000, ada Rp30.000. Tapi nanti kalau di pangkalan kan harganya jauh lebih murah. Pasti ada marginnya," terang ia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahwa barang-barang yang diberikan subsidi oleh pemerintah harus disalurkan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal ini dilakukan agar barang subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

"Sudah-sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi, rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," ujar Prabowo saat pidato di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Prabowo mengatakan nantinya Kopdes Merah Putih akan dikembangkan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di mana di dalamnya akan tersedia kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, hingga apotek desa.

Simak juga Video 'Menkop Lapor Prabowo 15.845 Kopdes Selesai Dibangun':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads