BPS Bantah Sensus Ekonomi buat Kejar Pajak

BPS Bantah Sensus Ekonomi buat Kejar Pajak

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 14:49 WIB
Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mengerahkan 5.328 orang yang merupakan bagian
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Jakarta -

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menegaskan sensus ekonomi tidak untuk mengejar pajak kepada pelaku usaha rumahan. Sensus ekonomi diketahui tengah berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sonny mengatakan, sensus ekonomi juga dilakukan untuk mendata para pelaku usaha rumahan. Namun ia menekankan, sensus tidak dilakukan untuk urusan perpajakan.

"Karena sekarang aktivitas ekonomi itu batasnya antara bangunan fisik dan rumah itu semakin nggak jelas kan. Orang bisa beraktivitas. Bukannya kita mau ngejar-ngejar urusan pajak, bukan, ini kan urusan statistik," ungkap Sonny dalam acara detikPagi, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sonny menegaskan, sensus yang tengah dilakukan BPS dilakukan untuk mendata aktivitas ekonomi yang dilakukan di rumah-rumah. BPS menargetkan dua responden, yakni pelaku usaha rumahan yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan keluarga.

ADVERTISEMENT

"Populasi yang kita kejar, yang pertama adalah para pelaku usaha, memang mereka biasanya punya Nomor Induk Berusaha (NIB), punya bangunan fisik yang jelas, dan yang satunya adalah keluarga, jadi kita datangi keluarga-keluarga untuk mendata ekonomi yang ada di dalam keluarga," jelasnya.

Sonny menjelaskan, sensus ekonomi yang dilakukan BPS sendiri dilakukan dalam 10 tahun sekali. Rentang waktu sensus harus dilakukan dalam periode tertentu untuk melihat perubahan secara lengkap struktur ekonomi nasional, termasuk sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja tertinggi.

BPS melibatkan setidaknya 251 ribu petugas sensus ekonomi berdasarkan wilayah kerja statistik. Ratusan ribu petugas ini akan melakukan sensus secara door-to-door untuk 95,3 juta keluarga.

"Petugas itu kan wilayah kerjanya harus jelas, makanya kita itu sebelum sensus persiapannya itu dua tahun sendiri," terangnya.

Sonny menambahkan, membangun negara harus menggunakan data yang lengkap. BPS memastikan data yang dihimpunnya aman dari peretasan, mengingat lembaga negara tersebut biasa melakukan 95 survei dengan konsensus sebanyak 6,3 juta dalam setahun.

"Bayangkan 6,3 juta itu biasa disurvei setiap tahun dengan pertanyaan yang lebih detail dan nggak pernah bocor, nggak ada masalah. Jadi mohon dukungan, karena gini belajar dari pengalaman sensus di banyak negara, keberhasilan sensus itu bukan karena dia mengerahkan orang begitu banyak, bukan karena dia menggunakan teknologi yang begitu maju, keberhasilan sensus itu kalau partisipasi masyarakatnya itu penuh. Titik. Berikan jawaban yang jujur," pungkasnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads