Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai diterapkan perusahaan untuk mengotomatisasi pekerjaan administratif dan operasional yang bersifat berulang. Salah satunya dilakukan oleh emiten teknologi PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF).
Perusahaan menargetkan implementasi AI dilakukan secara bertahap hingga pertengahan 2028. Melalui penerapan tersebut, sekitar 90% tenaga kerja ditargetkan berada di level supervisor dan manajer, sementara berbagai pekerjaan administratif dan operasional repetitif akan ditangani oleh sistem AI.
Perseroan menilai langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi operasional dan proses bisnis hingga 45%. Selain itu, AI juga diharapkan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data secara real-time serta meningkatkan layanan kepada pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah rencana implementasi AI tersebut, perusahaan juga mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan laba kotor meningkat 20% secara tahunan (year-on-year).
CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk Alamsyah mengatakan perusahaan terus mengembangkan teknologi AI untuk mendukung operasional.
"Kami terus fokus dalam memperkuat teknologi AI yang dapat menyederhanakan proses bisnis perusahaan kami. Kami sangat yakin bahwa kalau perusahaan kami sendiri sudah baik dalam implementasi AI, maka konsumen akan percaya dan memilih kami sebagai rekan kerja dalam membantu mereka memonitor pergerakan kendaraan yang ada dan pada akhirnya kami tetap menjadi pemenang dalam kompetisi di industri IoT transportasi darat di Indonesia," kata Alamsyah.
Perusahaan menyebut implementasi AI ditujukan untuk meningkatkan produktivitas internal sekaligus memperkuat daya saing di industri Internet of Things (IoT) transportasi darat. Menurut perusahaan, teknologi tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proses bisnis yang selama ini masih dikerjakan secara manual atau berulang.
(fdl/fdl)









































