Besok Buruh Demo Besar-besaran di Jakarta!

Besok Buruh Demo Besar-besaran di Jakarta!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2026 21:13 WIB
Buruh dari KSPSI Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate menuntut kenaikan upah tahun 2024, Senin (20/11/2023).
Ilustrasi.Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan 50 ribu buruh akan turun ke jalan untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Aksi ini dilakukan oleh kelompok yang menamai diri Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan digelar Kamis 24 September 2026 besok.

Aksi tersebut murni untuk menyampaikan aspirasi kaum buruh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Tidak ada agenda politik untuk menggoyang atau menjatuhkan pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi besar damai tetap dilaksanakan besok. Total massa hampir mencapai 50 ribu buruh," ungkap Andi Gani dalam keterangannya, Kamis (23/9/2026).

Massa buruh berasal dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Mereka akan bergerak menggunakan sepeda motor menuju Jakarta.

ADVERTISEMENT

Andi Gani mengatakan, titik awal massa berada di kawasan Semanggi jam 10.00 WIB. Dari sana, rombongan akan bergerak perlahan menuju kawasan UOB, sebelum Grand Indonesia.

Dia membantah informasi yang menyebut titik kumpul aksi berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB," ujar Andi Gani.

Pada saat yang sama, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka akan menyerahkan petisi dan aspirasi buruh untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

Andi Gani menegaskan, aksi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah buruh menempuh jalur diplomasi selama sekitar empat bulan. "Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami," katanya.

Dirinya juga membantah kabar yang menyebut aksi tersebut berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Andi Gani, hubungan buruh dengan Presiden Prabowo tetap baik. Bahkan, dia menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang selama ini membuka ruang dialog dengan buruh.

Karena itu, petisi yang akan disampaikan ke Istana disebutnya sebagai bentuk komunikasi antara buruh dengan pemerintah.

"Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada," jelas Andi Gani.

Andi Gani memastikan aksi akan berlangsung singkat. Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan mendapatkan respons dari Istana, massa langsung dibubarkan. Andi Gani menargetkan aksi selesai sebelum pukul 13.00 WIB.

"Setelah penyampaian selesai di Istana, kami akan mengumumkan kepada puluhan ribu anggota kami, setelah itu kami pulang. Tidak ada rencana bertahan sampai sore," jelas Andi Gani.

Massa juga tidak akan masuk ke kawasan Bundaran HI. Langkah tersebut, kata Andi Gani, untuk mencegah aksi dipolitisasi dan menghindari kesan adanya perlakuan berbeda terhadap kelompok massa lainnya.

Andi Gani menyebut terdapat 11 tuntutan yang diperjuangkan KBPBI dalam pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian adalah pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, PKWT, pekerja platform, jaminan pesangon, cuti haid dan pemagangan.

Andi Gani mengakui dalam beberapa poin sudah terdapat perkembangan positif dalam pembahasan antara buruh, pemerintah dan DPR.

KBPBI berharap perkembangan tersebut menjadi jalan keluar agar regulasi ketenagakerjaan yang sedang dibahas dapat mengakomodasi kepentingan pekerja.

Andi Gani juga mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis.

"Kami menghargai juga kerja keras dari Menaker bersama seluruh Panja Komisi IX, lalu Bapak Kapolri yang memberikan ruang demokrasi yang sangat luar biasa, asalkan aman dan damai," pungkasnya.

(hal/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads